Warga Tabur Bunga Untuk Peringati 7 Hari Tabrakan Maut Di Jalur Puncak

Warga Tabur Bunga

Warga Tabur Bunga Untuk Peringati 7 Hari Tabrakan Maut Di Jalur Puncak

liputan46.com Ratusan warga daripada kelompok Solidaritas Masyarakat Puncak/SMP yang menggelar aksi doa dan juga dzikir bersama untuk memeringati setelah tujuh hari tabrakan beruntun di Tanjakan Selarong, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu lalu. Dalam kecelakaan itu, empat orang tewas dan enam orang lainnya terluka.

Doa dan dzikir bersama itu juga dilakukan di lokasi kejadian, tepatnya di Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Aksi damai tersebut juga diisi dengan tabur bunga untuk para korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut. Koordinator Solidaritas Masyarakat Puncak yaitu Muhsin mengatakan, bahwa aksi tersebut digelar sebagai bentuk sebuah belasungkawa atas kecelakaan tersebut.

“Ini adalah aksi damai, untuk mengenang para korban yang meninggal dalam kejadian itu. Kami doa dan dzikir bersama, juga serta diselingi dengan tabur bunga di lokasi kejadian tersebut,” ujar Muhsin. Menurut Muhsin, bahwa perlu adanya pengawasan baik dari pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan juga instansi terkait lainnya untuk mengawasi kendaraan yang akan melintas di Jalur Puncak terutama bus agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami juga ingin tidak ada lagi kecelakaan di Jalur Puncak lagi,” ujar Muhsin. Sempat terjadi kemacetan akibat aksi tabur bunga tersebut. Sejumlah petugas kepolisian ditempatkan di lokasi untuk mengurai kemacetan.

Sebelumnya kecelakaan beruntun yang telah melibatkan 13 kendaraan terjadi di Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Sabtu petang lalu Kecelakaan hebat ini telah mengakibatkan empat orang tewas dan enam orang terluka.

Korban tewas atas nama Okta Riyansyah Purnama Putra Yang berumur 26 Tahun, warga Kecamatan Sematang Borong, Kota Palembang; Jainudin, warga Kecamatan Sinar Galih, Kabupaten Bogor; Dadang Yang berumur 45 Tahun, warga Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor; dan Diana Simatupang Yang berumur 24 Tahun, warga Tangerang Polisi telah menetapkan sopir bus pariwisata sebagai tersangka dalam kecelakaan ini. Sopir bus pariwisata berinisial BH yang berumur 51 Tahun itu ternyata tak mengantongi Surat Izin Mengemudi SIM dan Surat Tanda Nomor Kendaraan/STNK.

Polisi menduga kecelakaan ini berawal dari bus yang dikendarai BH mengalami rem blong hingga hiang kendali. Bus kemudian menabrak mobil hingga sepeda motor yang berada di depannya. Ada tujuh unit mobil dan juga lima unit sepeda motor yang tertabrak pada saat kecelakaan tersebut.

Kasat Lantas Polres BogorAjun Komisaris Polisi Hasby Ristama mengatakan, sebelum kejadian, bus tersebut membawa rombongan dari PT Inkosindo, Jakarta, usai berlibur ke kawasan Taman Wisata Matahari, Puncak. “Butuh waktu 3 jam untuk proses evakuasi. Bangkai kendaraan sudah dibawa ke Unit Kecelakaan Polsek Ciawi,” ungkapnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *