Peserta Demo 313 Berkurang Karena Banyak Yang Sudah Sadar

peserta demo 313

Peserta Demo 313 Berkurang Karena Banyak Yang Sudah Sadar

liputan46.com Tanggal 31 Maret 2017 merupakan hari dimana akan ada aksi 313 yang digelar oleh FUI. Acara yang akan digelar sejak setelah salat jumad sampai magrib itu rencananya akan dilakukan di masjid Istiqal dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju istana.

Aksi tersebut berisi tentang tuntutan kepada Presiden Joko Widodo untuk memberhentikan Basuki Cahya atau Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ya, seperti yang sudah-sudah, aksi ini dilakukan pada tanggal-tanggal cantik dan dengan isi tuntutan yang sama pula.

Saya belum tahu juga motif memilih tanggal-tanggal cantik ini, semoga dengan habisnya dari tanggal cantik, habis pula semangat dari mereka untuk menambah kemacetan di Jakarta. Ada yang unik dari aksi 313 kali ini, ya sekalipun nggak unik-unik banget sih. Hehehe Ternyata jumlah penghuni bumi datar menyusut dari waktu ke waktu.

Baca Juga ( Polda Metro Tidak Memberikan Izin Aksi 313 di Jalan Umum )

Hal ini terlihat dari jumlah mereka yang terus berkurang dari aksi ke aksi. Sebagian ada yang percaya kalau pesangonnya sudah tidak ada, namun sebagian lagi percaya kaum penduduk bumi datar sudah berpindah ke bumi bulat. Entahlah, yang jelas, dulu aksi 212 dinyatakan 7 juta umat, dan sekarang aksi 313 ini mungkin hanya akan dihadiri 100.000 saja. Wah, banyak sekali ya menyusutnya?

Wajar saja jika menyusut, sebagian dari mereka yang 7 juta itu mungkin sudah sadar jika aksi-aksi dengan tanggal cantik itu sudah banyak disayangkan. Hanya beberapa kelompok ormas saja yang memuja-muja aksi itu, namun nyatanya aksi ini banyak menuai keburukan daripada kebaikkannya.

Saya yakin juga dengan pendapat itu. Bagaimana bisa suatu hal yang baik kok malah tidak dapat dianjurkan? Aneh bukkan? Bukan aneh lagi, tapi emang terlihat ‘maksa’ banget karena sudah mepet dengan tanggal pilgub DKI Jakarta. Saya heran, FUI ini tinggal di mana sih sebenarnya? Jelas-jelas banyak pihak yang menyayangkan adanya aksi dan tuntutan ini.

Baca Juga Ini ( Ketua MUI Mar’ruf Amin: Tidak Ada Komentar Soal Aksi Demo 313 )

Tapi masih aja PD ngajak-ngajak Rhizieq dan Rhoma Irama. Aneh saja sih, masa tersangka mau menuntut terdakwa? Cuma beda tipis gitu kok. Sesuatu yang baik itu jika banyak yang menganjurkan dan mendukung, saya bisa mengatakan bahwa aksi 313 ini tidak baik karena saya tahu bahwa aksi ini sebenarnya tidak dianjurkan. Bukan hanya satu atau dua orang atau kelompok masyarakat, namun ini sangat banyak.

Iya banyak sekali kalau menurut saya. Mungkin jumlah yang tidak setuju bisa melebihi jumlah peserta yang akan datang.PP Muhmmadiyah, Ketua PBNU, Polri, Sumarsono, MUI, semuanya tidak menyarankan untuk mengikuti aksi itu. Bahkan Plt Sumarsono tidak mengijinkan PNS DKI ikut aksi. Iyalah, bikin tambah macet aja. Selain itu, aksi ini banyak yang dikorbankan, mulai dari waktu, tenaga dan biaya.

Mungkin para pecinta Rizieq akan berpikir, malulah kalau seorang Rizieq dan Rhoma Irama saja hadir, masa pengikutnya tidak? Nah ini adalah pikiran yang salah. Rizieq, Rhoma dan bahkan Khathtath hadir karena mereka kan tinggal di daerah Jakarta. Nggak harus nginep di masjid-masjid demi hadiri aksi tersebut.

Selain itu mereka tidak harus juga antri dan desak-desakkan untuk dapat tiket KRL, kereta, bus dan sejenisnya. Pulang pergi mereka juga ada yang antar jemput. Jadi tidak ada namanya cerita mereka terlantar dan nggak punya ongkos untuk pulang. Kalian jangan samakan diri kalian dengan Rizieq.

Bahkan di saat kalian jalan kaki panas-panas menuju ke istana, Rizieq dan Roma naik mobil tanpa harus capek-capek. Heran saya, penghuni bumi datar ini kok tidak dapat juga paham, dan belum juga sadar akan hal tersebut.

Baca Ini ( SBY, Prabowo dan Habib Rizieq Ambil Posisi Dalam Aksi Demo 313 )

Beginilah jika logika, hati dan pikiran sudah dikuasai kedengkian. Yang ada hanya memuja apa yang sudah dipuja. Peringatan dan himbauan dari para pakar dan mayoritas orang yang sudah di-sepuhkan sudah tidak diindahkan/didengarkan lagi. Tertipu dengan sosok yang diagungkan, namun ia lupa tinggal di mana. Ini Negara Indonesia yang ada di Bumi yang bulat, bukan Negara Indonesia yang ada di Bumi datar.

Kemungkinan besar dari mereka yang sudah-sudah mengikuti demo sebelumnya sudah sadar akan tujuan tersembunyi dari demo tersebut, karena semakin lama tujuan tersembunyi tersebut semakin terkuat atau dapat dikatakan dapat tercium juga. dan baru-baru ini pemimpin dari demo tersebut ditangkap di hotel indonesia? lho katanya kan jihad!, kenapa ini ketuanya menginap di hotel orang kafir dan dengan biaya fantasasis pula lagi, semalam bisa 3jt rupiah namun itu belum juga masuk peak season, sedangkan anggota-anggotanya menginap dimasjid dan dll.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *