Petugas KPPS Meninggal, KPU Sebut Hanya Menjalankan UU

Pemilih Harus Cerdas Dengan Melihat Rekam Jejak Para Caleg

Dalam Negri Liputan46 Politik

Pemilih Harus Cerdas Dengan Melihat Rekam Jejak Para Caleg

Pemilih Harus Cerdas – Liputan46.com – Persaingan politik yang begitu kuat dinilai telah menghasilkan polarisasi di tengah masyarakat.
Dalam bentuk negatif, perkubuan politik justru mengarahkan pada relasi yang tidak sehat di antara para pendukung ataupun calon anggota legislatif (caleg).

Peneliti politik dari Exposit Strategic Arif Susanto mengatakan, akibat polarisasi itu.
Muncul pengungkapan skandal para caleg yang lebih dimaksudkan untuk menjatuhkan lawan ketimbang untuk memberi informasi lebih utuh kepada calon pemilih.

Karena itu, ia mengimbau pemilih lebih cerdas dalam memilih caleg di pemilu 2019.
Mengetahui rekam jejak caleg menjadi syarat penting bagi seorang pemilih cerdas.
Pemilih cerdas mengambil putusan berdasarkan pertimbangan atas informasi yang dimilikinya,” kata Arif, Kamis (11/4/2019).

Pemilih Harus Cerdas

Arif menuturkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebaiknya mendorong mekanisme agar para caleg mengembangkan transparansi.
Misalnya bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengumumkan laporan harta kekayaan mereka.
Selain itu, para Caleg juga perlu melibatkan diri bersama publik dalam model kampanye dialogis- kritis.
Terakhir, para Caleg dapat memanfaatkan media massa dan media sosial sebagai medium komunikasi politik berjangkauan luas,” katanya.

Menurut Arif, semakin informatif, semakin mungkin seorang calon pemilih dapat membuat pilihan cerdas.
Secara akumulatif, pilihan cerdas itu akan memberi pengaruh besar terhadap kebaikan bersama,” katanya.
Di sisi lain, Caleg juga berkepentingan agar calon pemilih semakin cerdas.
Sebab, pemilih cerdas akan mengharapkan tawaran program bagus dan bersedia melakukan dialog kritis dengan para Caleg.
Model komunikasi politik semacam ini dapat mengurangi biaya kampanye dan berpeluang mendekatkan Caleg dengan publik pemilih,” pungkasnya

Selain itu, Sedikit Survei terkait Dua parpol besar PDI Perjuangan dan Gerindra masih unggul jauh di atas semua parpol.
Elektabilitas PDIP mencapai 26,8 persen, sedangkan Gerindra 15,1 persen. Lalu PKB sebesar 8,2 persen.
PDIP merupakan parpol utama pengusung paslon Jokowi-Ma’ruf, sedangkan Gerindra mengusung Prabowo-Sandi.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 56,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 35,1 persen, dan sisanya 8,3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Jika diekstrapolasikan, Jokowi-Ma’ruf berpeluang memenangkan Pilpres dengan elektabilitas 61,7 persen. Prabowo-Sandi cukup puas dengan 35,1 persen.

Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada rentang waktu 1-7 April 2019, dengan jumlah responden 2000 orang.
Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error ±2,2 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

AGEN QQ | ADUQ ONLINE | AGEN TERPERCAYA | JUDI ONLINE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *