Ma'ruf Amin yakin Komisi Pemilihan Umum Netral

Maruf Amin Pertanyakan Alasan Tidak Diundang, Saya Kan Orang 212

Dalam Negri Liputan46 Peristiwa Politik

Maruf Amin Pertanyakan Alasan Tidak Diundang, Saya Kan Orang 212

Maruf Amin Tidak Diundang Acara 212 – Liputan46.com – Calon wakil presiden nomor urut 02, Ma’ruf Amin menyerahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) soal dugaan muatan politik di Malam Munajat 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Kamis (21/2).

Kita serahkan kepada Bawaslu saja. Ada enggak politiknya di situ, ada orasi politik enggak di situ.
Kalau ada ya politik, kalau tidak ada ya memang murni acara umat,” kata Ma’ruf Amin di Jakarta, Minggu (24/2) dikutip Liputan46.com.
Meskipun demikian, Ma’ruf tetap mengaku heran mengenai kegiatan tersebut. Ma’ruf menyebut dirinya merupakan bagian dari gerakan 212, namun pada acara tersebut tidak diundang.

Saya kan orang 212, yang mengeluarkan fatwa kan saya, saya kok tidak diundang, berarti 212 kemarin adalah 212 yang lain,” ujar dia.
Ma’ruf bukan kali pertama menyinggung soal Munajat 212. Sehari sebelumnya, mantan Rais Aam PBNU itu juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak dipolitisasi.
Kalau munajatnya enggak masalah, yang penting jangan jadi kendaraan politik. Dan jangan mempolitisasi MUI,” ujar Ma’ruf, Jumat (22/2).

Maruf Amin Tidak Diundang Acara 212

Ma’ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI, mengingatkan pada sejumlah pihak untuk menjaga MUI agar tetap independen.
Sejak awal, Ma’ruf telah membuat kesepakatan agar MUI tidak digunakan sebagai kendaraan politik.
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi juga membenarkan Munajat 212 cenderung mengarah ke arah politik praktis dengan mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.

Sekretaris MUI DKI Jakarta, Yusuf Aman menyatakan bahwa penyelenggaraan acara Malam Munajat 212 tergolong tak sesuai rencana.
Gestur bernuansa kampanye capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi ramai dalam acara yang diinisiasi MUI DKI Jakarta di Monas, Kamis (21/2) malam itu.

Sebelumnya, Doa Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandi, Neno Warisman di Munajat 212 meresahkan publik.
Sebab, Neno seperti sedang memprovokasi dan membuat kegaduhan. Demikian diungkapkan Ketua Umum Arus Baru Indonesia (Arbi) Lukmanul Hakim, Minggu (24/2/2019).

Menurut Lukmanul Hakim, doa yang diambil saat perang badar tersebut sangat tidak pas.
Pasalnya, mengkotak-kotakan, terutama bagi yang bukan bagian dari kelompoknya dianggap kafir.
Bila melihat sejarah, perang badar merupakan perang antara kaum muslimin dan kafir Quraisy.
Artinya, sama saja Neno menyamakan pasangan calon 01 adalah kaum kafir Quraisy.
Ini sangat berbahaya. Masa KH Maruf Amin dianggap kafir karena bukan bagian dari kelompoknya. Padahal, pak kiai seorang ulama besar, ” Tutupnya.

BANDARQ | SAKONG ONLINE | AGEN QQ | ADUQ ONLINE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *