Jokowi Blusukan Naik Kereta Rel Listrik

Jokowi Blusukan Naik KRL

Dalam Negri Liputan46 Politik

Jokowi Blusukan Naik KRL

Jokowi Blusukan Naik KRL — Liputan46.com — Calon presiden petahana Joko Widodo mendadak naik kereta rel listrik (KRL) dari Jakarta menuju Bogor pada Rabu (6/3). Dia turut berdesak-desakan bersama penumpang. Upaya ini dinilai tidak efektif dibandingkan kebijakan yang merakyat jelang Pilpres 2019.

Tidak sedikit penumpang yang mengajak berfoto bersama. Jokowi pun tidak sungkan untuk meladeni permintaan mereka.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menganggap Jokowi berupaya mempertahankan kesan bahwa dirinya adalah sosok yang merakyat. Menurutnya, wajar jika ada pihak yang berasumsi demikian. Terlebih, Jokowi pun kerap bersikap seperti itu selama ini.

“Merakyat, branding andalan Jokowi,” ujar Adi.

Tetapi, Adi menilai langkah itu terbilang tidak mujarab. Masyarakat tidak akan begitu saja menganggap Jokowi merakyat.

Menurutnya, pilpres saat ini berbeda dengan 2014 silam. Kini, Jokowi adalah seorang capres petahana. Oleh karena itu, kesan merakyat Jokowi seharusnya ditampilkan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil.

Adi menyebutkan Jokowi akan lebih disorot atas kinerjanya, bukan dari sikapnya yang sekadar berdesak-desakan bersama penumpang di KRL.

“Kebijakan merakyat yang dirasakan langsung jauh efektif dari sekadar naik KRL. Kalau 2014 mungkin laku,” ujarnya.

Jokowi Blusukan Naik KRL

Adi menyebutkan sikap Jokowi naik KRL tidak akan berpengaruh signifikan terhadap popularitasnya. Begitu pula jika hal serupa dilakukan terus menerus oleh Jokowi selama masa kampanye berjalan.

Adi mengatakan SBY adalah tokoh pemimpin yang formal dan jarang berjumpa langsung dengan masyarakat. Karena itu, publik tercengang dan mengapresiasi ketika Jokowi melakukan hal yang tidak dilakukan SBY.

“Saat ini beda cuaca politiknya, lebih variatif, yang disorot mulai kebijakan yang merakyat hingga isu relasi dengan ulama dan umat Islam,” ujar Adi.

Sementara Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya menyebut Jokowi tengah berupaya membangun kembali ingatan publik, terutama citra dirinya dekat dengan masyarakat.

Saat menjadi Gubenur DKI Jakarta, Jokowi memang kerap blusukkan ke masyarakat. Dia juga sering mengecek langsung program-program yang dilaksanakan dengan turun ke lapangan.

“Ingin bikin efek kejut dan momen seperti yang bisa dia lakukan sebelum jadi presiden,” ujar Yunarto saat dihubungi pada Rabu (6/3).

Presiden Joko Widodo menumpang KRL commuter line saat hendak pulang ke kediamannya, Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor, Kota Bogor. Jokowi menumpang dari Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.30 WIB.

“Benar (Presiden Jokowi naik KRL dari Stasiun Tanjung Barat),” ujar Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin saat dikonfirmasi liputan46.com, Rabu (6/3).

SAKONG ONLINE | POKER ONLINE | AGEN CAPSA | BANDARQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *