Uni Eropa Berharao Twitter, Facebook dan Google Menangkal HoaksUni Eropa Berharao Twitter, Facebook dan Google Menangkal Hoaks

Uni Eropa Berharao Twitter, Facebook dan Google Menangkal Hoaks

Liputan46 Luar Negri Politik Uncategorized

Uni Eropa Berharap Twitter, Facebook dan Google Menangkal Hoaks

Uni Eropa Berharao Twitter, Facebook dan Google Menangkal Hoaks liputan46 – Uni Eropa menyatakan bahwa perusahaan teknologi misalnya Facebook, Google, Twitter dan Mozilla mesti berbuat banyak dalam memberantas berita hoax atau palsu. Berita palsu yang dimaksud yakni saat Eropa masuk dalam musim pemilu atau perusahaan yang sedang menghadapi ancaman peraturan.

Dilansir melalui Reuters, hal ini dikatakan oleh Uni Eropa hari Selasa kemarin. Bukan cuma perusahaan teknologi, perusahaan serta lembaga yang berkaitan pada industri periklanan juga mesti melakukan penandatangan kode perilaku atas aturan yang sama. Pihak Eksekutif Uni Eropa menjelaskan jika para penandatangan kode praktik sudah mengambil sejumlah cara untuk menghapus akun palsu serta untuk membatasi situs yang mempromosikan berita palsu.


BENER CAPSA DOMINO

Tetapi sayangnya masih kurang dan tentunya memerlukan aksi serupa yang cukup banyak. Kini mereka mesti memastikan sejumlah alat ini tersedia untuk seluruh orang di seluruh UE. Mereka melihat efisiensinya dan terus-menerus beradaptasi pada cara-cara baru yang dipakai oleh pelaku untuk menyebarkan disinformasi. Tidak terdapat waktu untuk dihabiskan, ucap Komisioner Uni Eropa Andrus Ansip.

Parlemen Eropa nantinya akan mengadakan pemilihan pada bulan Mei. Pemilihan ini menjadikan Denmark, Polandia, Belgia, Estonia, Yunani, Finlandia, Portugal dan Ukraina segera melakukan pemilihan beberapa bulan ke depan. Sebelumnya, ada tuduhan untuk Rusia yang menyebarkan informasi palsu dalam mempengaruhi pemilihan presiden Amerika dan referendum Inggris tentang keanggotaan Uni Eropa tahun 2016, dan juga pemilihan nasional Jerman tahun 2017.

Uni Eropa Berharap Twitter, Facebook dan Google Menangkal Hoaks

Komisi berharap Facebook dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai bagaimana ia memakai alat-alatnya dalam melawan berita palsu dan menyatakan untuk Google supaya dapat memperluas tindakannya ke lebih banyak negara Uni Eropa.

Sementara itu, untuk Twitter mesti memberikan rincian lebih lanjut mengenai seluruh langkah-langkahnya. Terakhir, browser online Mozilla mesti mempunyai lebih banyak informasi mengenai bagaimana itu dapat membatasi rincian atas kegiatan browsing pengguna.

Google menjelaskan jika sudah mengumumkan sejumlah langkah seperti mengungkapkan apakah organisasi politik maupun kelompok advokasi tentang masalah politik akan membayar untuk iklan pemilihan dalam parlemen Eropa, serta mendirikan perpustakaan dengan rincian tersebut.

Project Shield Google pun dapat membantu melindungi kelompok kampanye maupun jurnalis dari serangan dunia maya. Facebook menyatakan bahwa pertempuran melawan berita palsu merupakan salah satu hal yang tengah berlangsung.

AGEN CAPSA | BANDARQ ONLINE |DOMINOQQ | KEYWORD4


BENER CAPSA DOMINO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *