BPN Sebut Pemerintah Biang Kerok Hoaks dan Retas Akun Pendukung

BPN Sebut Pemerintah Biang Kerok Hoaks dan Retas Akun Pendukung

Dalam Negri Liputan46 Politik Uncategorized

BPN Sebut Pemerintah Biang Kerok Hoaks dan Retas Akun Pendukung

BPN Sebut Pemerintah Biang Kerok Hoaks dan Retas Akun Pendukung liputan46 – Juru Bicara Debat Badan Pemenangan Nasional alias BPN paslon 02, Ahmad Riza Patria menuding jika pemerintah sebagai biang keladi dari peretasan akun-akun yang ada di media sosial pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Hal itu diungkap terkait adanya peretasan akun Twitter Said Didu sesudah debat terakhir pilpres 2019, pada Sabtu (13/4). Sebelumnya, Said Didu yang merupakan mantan staf khusus menteri Energi dan Sumber Daya Mineral alais ESDM sudah mengatakan dukungan kepada Prabowo- Sandiaga.

Said mengaku terakhir masuk ke dalam akun Twitter @saididu, persis sebelum pada debat kelima pilpres 2019 berlangsung. Namun pada saat keluar arena debat, akunnya otomatis tidak dapat dibuka. Bukan hanya Said Didu, menurut Riza.

sebelumnya pesohor yang lain pendukung Prabowo-Sandiaga seperti Ustad Haikal Hasan, dan Ferdinand akun media sosialnya juga diretas. Riza bilang tak lain hal tersebut kerjaan pemerintah.

BPN Sebut Pemerintah Biang Kerok Hoaks dan Retas Akun Pendukung


BENER CAPSA DOMINO

Selain menjadi dalang dari peretasan, anggota DPR fraksi Gerindra itu juga memastikan bahwa pemerintah merupakan biang kerok dari semua berita bohong, hingga ujaran kebencian di media sosial menjelang Pilpres 2019 ini. Dia mengatakan sepakat dengan pernyataam Rocky Gerung bahwa pemerintah sebagai pabrik hoaks.

Sebelumnya, sejumlah tokoh yang menjadi bagian dari tim pemenangan Prabowo-Sandi juga ikut mengaku akun media sosial mereka diretas. Mereka adalah Haikal Hassan Barak, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, dan Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Imelda Sari.

Namun, terkait aksi peretasan ini, pengamat menilai hal itu bisa terjadi karena kelalaian dari pengguna media sosial itu sendiri. Sebab, media sosial seperti Twitter, Facebook, WhatsApp sudah menggunakan pengaman berlapis seperti otentifikasi dua faktor. Apalagi, sebagai tokoh publik yang diincar akun pribadinya, mesti lebih waspada terhadap keamanan siber.

Sebelumnya Akun Twitter mantan staf khusus menteri ESDM, Said Didu diretas setelah debat terakhir Pilpres 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta selesai. Said Didu akan meminta pihak yang menguasai masalah peretasan ini, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk berlaku adil dan turun tangan.

Bandar66 Terpercaya | Poker Online |BandarQ Terpercaya | DominoQQ Online


BENER CAPSA DOMINO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *