Aturan Keamanan Dunia Siber Global Didukung Oleh 51 Negara

LIPUTAN

Aturan Keamanan Dunia Siber Global Didukung Oleh 51 Negara

Liputan46 – Terdapat 51 negara, termasuk seluruh anggota Uni Eropa, sudah berjanji mendukung perjanjian internasional baru dalam menetapkan standar mengenai senjata cyber serta penggunaan internet. Hal ini wajib untuk menghindari perang dunia siber.

Dilansir melalui AFP, negara tersebut sudah menandatangani “Paris Call for Trust and Security in Cyberspace”. Gerakan tersebut adalah sebuah langkah untuk memulai negosiasi global yang selama ini telah tertunda.

Tetapi tiga negara besar seperti China, Rusia, dan Amerika Serikat tidak akan menandatangani perjanjian tersebut. Tiga negara ini seperti memperlihatkan perlawanan mereka atas penerapan standar bagi senjata siber. Jean-Yves Le Drian selaku Menteri Luar Negeri Perancis menyatakan negaranya butuh norma untuk menghindari perang dunia maya. Karena kini senjata siber sudah berada di ujung tombak peperangan modern.

Sejumlah juru kampanye sudah menyerukan “Konvensi Jenewa Digital”, yakni referensi ke konvensi Jenewa yang telah menetapkan standar dalam penyelenggaraan perang. Mereka berharap semua negara berkomitmen supaya tidak menyerang infrastruktur yang diandalkan dari warga sipil saat masa perang.

Salah satu norma internasional baru pun akan membantu mendefinisikan serangan siber yang didukung oleh negara dan saat sebuah negara bisa dibenarkan sebagai pembalasan. Lusinan negara dikatakan sudah mengembangkan senjata cyber ofensif.

Pada presentasi di forum, Smith menggambarkan bahwa cyberweapons mempunyai potensi untuk memicu konflik massal lain. Ia menyatakan 2017 merupakan alarm yang membangunkan sejumlah negara karena serangan siber atas serangan WannaCry dan NotPetya.

WannaCry telah berhasil melumpuhkan banyak rumah sakit di Inggris serta mempengaruhi 150 negara pada 24 jam. Serangan ini diperkirakan datang dari Korea Utara. Banyak pakar mengaitkan NotPetya dengan Rusia. Serangan ini menghantam kekuasaan, perbankan, dan sistem komputasi bisnis di semua Ukraina, ke Rusia.

Tetapi para pejabat keamanan melihat bahwa dua serangan itu terlihat seperti sudah didasarkan dengan kode yang dicuri dari Badan Keamanan Nasional AS, dimana memimpin pertahanan cyber negara itu. Rusia sudah dituduh oleh sejumlah negara Barat melakukan tindakan cyber selama beberapa tahun terakhir.

ADUQ ONLINE | AGEN TERPERCAYA  | JUDI ONLINE | DOMINO QQ ONLINE

Comments

comments

27 thoughts on “Aturan Keamanan Dunia Siber Global Didukung Oleh 51 Negara

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

  2. We stumbled over here different web page and thought I might as well check things out. I like what I see so now i’m following you. Look forward to looking at your web page again.

  3. you’re really a good webmaster. The web site loading speed is amazing. It seems that you are doing any unique trick. Also, The contents are masterpiece. you’ve done a great job on this topic!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *