Akibat Bullying dan Stres Ratusan Pelajar Jepang Memilih Bunuh Diri

LIPUTAN

Akibat Bullying dan Stres Ratusan Pelajar Jepang Memilih Bunuh Diri

Liputan46 – Kementerian Pendidikan Jepang menjelaskan fakta mengejutkan mengenai kecenderungan pelajar tingkat sekolah dasar serta menengah yang melakukan aksi bunuh diri. Melalui hasil penelitian, tercatat ada 250 pelajar sekolah dasar sampai menengah atas yang melakukan aksi bunuh diri dari tahun 2016 hingga 2017.

Ratusan pelajar tersebut memilih mengakhiri hidup karena sejumlah alasan. Mulai dari sebagai korban perundungan (bullying), masalah keluarga, sampai stres. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dari tahun 1986 atau 30 tahun lalu, yang mana sekitar 268 anak-anak mati bunuh diri.

Noriaki Kitazaki selaku pejabat Kementerian Pendidikan Jepang menuturkan jika angka pelajar bunuh diri masih tinggi, dan ini merupakan isu yang mengkhawatirkan yang harus dapat diselesaikan. Kitazaki menyatakan penyebab peningkatan angka bunuh diri ini tidak cukup jelas. Ia pun menjelaskan bahwa sebagian besar anak yang merenggut nyawanya sendiri sedang mengenyam pendidikan SMA.

Pemerintah sendiri sempat mencatat kenaikan angka bunuh diri ini yang terjadi tanggal 1 September, di mana tahun ajaran baru akan dimulai. Libur panjang sekolah menjadikan para siswa dapat berdiam di rumah. Ini menjadi surga untuk mereka yang menjadi korban perundungan, ungkap Nanae Munemasa, seorang pelajar Jepang korban bullying.

Saat libur musim panas telah berakhir, para pelajar mesti kembali ke sekolah. Dan saat masa sekolah dimulai, mulailah merasa khawatir akan dirundung sampai berpotensi melakukan bunuh diri. Walau angka bunuh diri anak semakin meningkat, total pelaku bunuh diri di Jepang mengalami penurunan tahun 2017 dengan jumlah 21.321 kasus. Di sisi lain, angka kematian karena bunuh diri tertinggi yakni tahun 2013 dengan jumlah 34.427 kasus, menurut Kepolisian Jepang.

Tingginya angka bunuh diri bukan cuma dialami Jepang, namun negara serumpunnya di Asia Timur seperti Korea Selatan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) Korsel mempunyai tingkat bunuh diri yang lebih tinggi dibandingkan Jepang. Tahun 2017, angka kematian karena bunuh diri di Korsel mencapai 26,9 per 100 ribu orang, dan Jepang 18,5 serta Filipina 3,2.

Bukan cuma Korsel, bunuh diri merupakan faktor utama meningkatnya angka kematian di Hong Kong. Tingginya angka bunuh diri diketahui disebabkan oleh budaya sosial serta budaya bekerja yang ketat di beberapa negara Asia Timur tersebut.

AGEN CAPSA | BANDARQ ONLINE | BANDAR Q | BANDAR SAKONG

Comments

comments

15 thoughts on “Akibat Bullying dan Stres Ratusan Pelajar Jepang Memilih Bunuh Diri

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

  2. Great work! That is the type of info that are supposed to be shared around the net. Shame on the seek engines for not positioning this submit upper! Come on over and discuss with my site . Thanks =)

  3. I’m impressed, I have to admit. Genuinely rarely should i encounter a weblog that’s both educative and entertaining, and let me tell you, you may have hit the nail about the head. Your idea is outstanding; the problem is an element that insufficient persons are speaking intelligently about. I am delighted we came across this during my look for something with this.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *