Polri Sebut Ratna Tidak Bisa Dijerat UU ITE

Polri Sebut Ratna Tidak Bisa Dijerat UU ITE

Polri Sebut Ratna Tidak Bisa Dijerat UU ITE

Liputan46 – Polisi masih mendalami perkara dugaan hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Polisi menyebut Ratna tak bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), tapi bisa dijerat dengan KUHP.

“Kalau Bu Ratna kan tidak menggunakan Undang-Undang ITE. Tapi bisa dijerat dengan KUHP. Kalau hoax itu (terkait) ITE. Dia (Ratna) kan nggak menggunakan ITE,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (Rabu 3/10/2018).

Memang beliau sudah menyampaikan ke Pak Prabowo dan kemudian Rachel Maryam juga itu menggunakan Twitter, Fadli Zon, Dahnil Anzar Simanjuntak untuk buktinya kan semuanya sudah kita capture, Setyo juga menuturkan penyidik saat ini sedang melihat konstruksi hukum yang melibatkan Ratna Sarumpaet dan kita lihat lagi kaitannya dengan konstruksi hukumnya seperti apa, siapa saja yang dirugikan, siapa saja yang melanggar undang-undang yang telah diatur.

Setyo menuturkan kasus penyebaran hoax tentang penganiayaan Ratna ini bisa berefek panjang. Dia menganalogikan seseorang bercerita secara pribadi kepada orang lain, lalu orang lain itu menyebarkan di media sosial, maka orang yang menjadi tempat bercerita dapat menjadi tersangka UU ITE.

Selanjutnya, jika orang yang menyebarluaskan cerita di media sosial itu merasa dirugikan dengan kebohongan si pencerita, yang dirugikan dapat melaporkan si pencerita kepada polisi. “Nanti harus dilihat dulu ya konteksnya. Seperti saya cerita ke A, bukan untuk konsumsi publik, tapi A cerita, ya A yang salah,” tutur Setyo.

Sebelumnya telah diberitakan, Ratna Sarumpaet sudah mengakui kebohongan yang dibuatnya terkait kabar penganiayaan di Bandung pada Jumat (21/9). Ratna mengatakan kebohongan itu dibuat karena efek lebam setelah menjalani operasi sedot lemak di pipi. Kebohongan berawal saat anaknya bertanya asal-usul lebam di wajahnya. Ratna lalu mengaku dianiaya. Pada akhirnya, cerita itu bergulir hingga ke publik dan ke capres Prabowo Subianto yang membelanya.

Karena berbohong, Ratna diminta Prabowo mundur dari Badan Pemenangan Nasional. Prabowo juga menyerahkan proses hukum berjalan terhadap Ratna, yang dipolisikan Prabowo menegaskan akan bertindak jika anggota tim pemenangannya menyampaikan informasi hoax. Mereka akan dipecat. “Saya kira intinya kami juga tidak bisa juga mentolerir berita bohong. Kalau tim kami berbohong kami tindak tegas, bahkan meminta aparat melakukan gugatan,” tegas dia.

Comments

comments

28 thoughts on “Polri Sebut Ratna Tidak Bisa Dijerat UU ITE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *