China Dianggap Melanggar HAM Minoritas Muslim di Xinjiang

China Dianggap Melanggar HAM Minoritas Muslim di Xinjiang

China Dianggap Melanggar HAM Minoritas Muslim di Xinjiang

Liputan46 – Human Rights Watch (HRW) selaku pihak pengamat hak asasi manusia internasional, menganggap pemerintah China sudah melakukan pelanggaran HAM secara massal serta sistematis pada kaum minoritas Muslim di Xinjiang.

Pada laporan terbarunya, Sophie Richardson selaku Direktur HRW China menyatakan pemerintahan di bawah komando Presiden Xi Jinping mengeluarkan berbagai kebijakan yang melanggar hak dasar warga Muslim di Xinjiang selama puluhan tahun dengan skala hampir tak pernah terungkap.

Sebuah pelanggaran HAM yang cukup dikhawatirkan yakni tentang penangkapan etnis Uighur dan minoritas Muslim di Xinjiang yang sering dilakukan otoritas China. Menurut laporannya, peneliti HRW sudah sempat mewawancarai 58 mantan penduduk Xinjiang, termasuk lima orang yang menyatakan sempat ditahan di sejumlah kamp penangkapan dengan 38 orang lainnya.

Melalui kesaksian mereka, pemerintah China terus melakukan penahanan massal sewenang-wenang pada Uighur dan minoritas Muslim lain di Xinjiang dari tahun 2014 lalu. Informasi tersbeut diperkuat dengan laporan independen yang diberikan komite HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dokumen PBB yang dikeluarkan bulan Agustus lalu menyatakan China menahan sekitar 1 juta anggota etnis Uighur di sejumlah kamp pengasingan, yang mana mereka didoktrin dengan pendidikan politik oleh pemerintah. Mantan tahanan menuturkan bahwa mereka sering dipukuli, disiksa, serta dipaksa menghapal sejumlah lagu patriotik seperti, “Sosialisme Itu Baik.”

Ketika berada dalam tahanan pendidikan politik, para tahanan pun diminta mesti belajar mengenai hukum dan aturan misalnya kewajiban mendukung Partai Komunis serta menentang ajaran agama ekstremisme, gerakan separatisme, serta terorisme.

Seperti Tibet, Xinjiang tetap berada dalam pengawasan ketat pemerintah China untuk meredam bibit separatisme atau ekstremisme. Cukup banyak penduduk Xinjiang adalah Uighur dan etnis minoritas lainnya yang bukan berasal dari suku Han.

Beijing merasa khawatir kelompok teroris mulai masuk untuk menguasai perbatasan di bagian barat negaranya. Walaupun serangan teroris memang sempat beberapa kali terjadi di Xinjiang, namun para pengamat menganggap ancaman tersebut terbatas dan terkendali.

Tetapi beberapa laporan menyebut masyarakat Uighur kabur ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS yang akan memerangi rezim Presiden Bashar al-Assad.

DOMINO QQ ONLINE  | BANDARQ TERPERCAYA | SAKONG ONLINE | AGEN QQ  

Comments

comments

4 thoughts on “China Dianggap Melanggar HAM Minoritas Muslim di Xinjiang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *