Pegawai Marah Karena Google Membuat Mesin Pencari di China

Pegawai Marah Karena Google Membuat Mesin Pencari di China

Pegawai Marah Karena Google Membuat Mesin Pencari di China

Liputan46 – Sejumlah pegawai Google murka setelah mendengar adanya isu perusahaan teknologi tersebut akan membuat mesin pencari yang memenuhi kriteria sensor pemerintah China. Google sendiri kini tengah berusaha menyetop kebocoran dan konflik yang mulai muncul di dalam perusahaan mereka yakni untuk membatasi akses para pegawai dalam dokumen mengenai proyek tersbut.

Menurut laporan The Intercept, seluruh akses pegawai pada sejumlah dokumen tersebut dihentikan dan cuma dapat diaktifkan kembali melalui sumber terbatas. Para petinggi perusahaan sendiri sama sekali tidak mengeluarkan reaksi dan membuat banyak orang merasa kecewa dan takut. Situs meme internal serta Google Plus pihaknya juga penuh perbincangan mengenai hal tersebut dan orang-orang penuh kemarahan.

Sebelumnya sekitar delapan tahun lalu Google menarik teknologi peramban mereka dari China sebab sensor yang diterapkan oleh pemerintah China, namun kini mereka tengah mengerjakan proyek yang diberi kode Dragonfly, demikian menurut salah satu pegawai Google yang tidak mau namanya disebutkan.

Proyek mesin pencarian tersebut yang nantinya dapat menyaring topik tertentu yang akan diuji coba menggunakan jaringan internal Google, demikian penuturan para pegawai. Terdapat banyak kemarahan di dalam perusahaan. Sejumlah orang sangat murka karena pihaknya telah meneruskan proyek tersebut. Juru bicara Google sendiri telah menolak untuk mengonfirmasi atau membantah keberadaan proyek tersebut.

Pihaknya akan menyediakan beberapa aplikasi di China, misalnya Google Translate dan Files Go, dalam membantu para pengembang aplikasi di China, dan juga untuk menyalurkan investasi dengan nilai besar di perusahaan China misalnya JD.com, ucap Taj Meadows kepada AFP. Tetapi pihaknya sendiri tidak berkomentar mengenai spekulasi apa saja rencana di masa depan.

Tahun ini, raksasa teknologi tersebut sering mendapat sorotan melalui pegawai mereka sendiri sebab sudah menandatangani kontrak sebesar US$10 juta dengan militer Amerika Serikat. Usai muncul petisi yang ditandatangani ribuan pegawai Google, perusahaan tersebut tidak memperbarui kontrak tersebut. Laporan Bloomberg hari Jumat menyatakan jika Google melakukan serangkaian langkah untuk kembali menembus pasar di China, salah satu di antaranya dengan mencari mitra lokal misalnya Tencent Holdings, dalam membangun pusat data dan jasa layanan internet cloud.

Berbagai raksasa teknologi Amerika sudah lama kesukaran berbisnis di China, negara yang sering memblokir isu-isu sensitif misalnya pembantaian Tiananmen 1989. Situs Twitter, YouTube, Facebook, dan The New York Times sampai saat ini juga telah diblokir di China, walaupun mesin pencari Bing milik Microsoft dapat terus beroperasi.

Tahun 2010 lalu, Google mematikan mesin pencarinya di China usai terjadi pertikaian mengenai isu sensor dan peretasan. Google mengatakan ada serangan siber pada sejumlah akun surat elektronik yang berbasis di Gmail milik para aktivis hak asasi manusia. Tetapi Google sendiri masih menempatkan 700 pegawainya pada tiga kantor di China untuk mengerjakan proyek yang lain.

AGEN TERPERCAYA  | JUDI ONLINE | DOMINO QQ ONLINE | DOMINO KIU   

Comments

comments

5 thoughts on “Pegawai Marah Karena Google Membuat Mesin Pencari di China

  1. Very nice post. I just stumbled upon your blog and wanted to say that I’ve truly enjoyed browsing your blog posts. In any case I’ll be subscribing to your rss feed and I hope you write again very soon!

  2. It¡¦s actually a nice and helpful piece of information. I¡¦m satisfied that you simply shared this helpful info with us. Please keep us up to date like this. Thank you for sharing.

  3. great publish, very informative. I wonder why the other specialists of this sector don’t understand this. You should continue your writing. I am confident, you’ve a huge readers’ base already!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *