Demi Mencegah Radikalisme, Universitas Brawijaya Gandeng Intelijen

Demi Mencegah Radikalisme, Universitas Brawijaya Gandeng Intelijen

Demi Mencegah Radikalisme, Universitas Brawijaya Gandeng Intelijen

Liputan46 – Pihak Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur telah menggandeng intelijen yang akan berkoordinasi untuk membendung paham radikalisme dalam lingkungan kampus mereka. Intelijen nantinya segera diterjunkan agar bisa memantau pergerakan mahasiswa, termasuk sejumlah pihak dari luar yang masuk ke kampus.

Muhammad Bisri selaku Rektor Universitas Brawijaya menyatakan jika pihaknya telah meminta bantuan intelijen untuk melihat pergerakan mahasiswa, khususnya yang dari luar kampus. Umumnya saat ada mahasiswa yang meresahkan atau merugikan, pihak intel akan menghubunginya langsung.

Ia menuturkan jika pihaknya tidak mungkin mengawasi seluruh kegiatan mahasiswa dengan detail karena jumlah mahasiswa di kampus tersebut lebih dari 60 ribu. Maka pihak Rektorat menggandeng intelijen yang dapat langsung berkoordinasi pada Wakil Rektor III. Hingga kini organisasi maupun unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ditengarai dapat menjadi salah satu masuknya radikalisme telah dipantau. Pihak kampus pun akan mengawasi sejumlah organisasi ekstra kampus.

Di sisi lain, organisasi Islam di kampus misalnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Bisri menilai tidak terdapat masalah. Tetapi saat ini sudah dilarang oleh pemerintah, maka mau tidak mau organisasi tersebut harus bubar, sehingga saat ini lebih mudah pengawasannya.

Bukan cuma menggandeng intelijen, pihaknya pun melakukan cara lain secara internal yang dapat mencegah paham radikalisme, yaitu memperkuat karakter moral para mahasiswa di masjid-masjid. Lalu ada juga mata kuliah yang telah dirancang dengan memasukkan sejumlah poin Pembinaan Karakter Berbasis Religi (PKBR).

PKBR adalah sebuah pembinaan kepribadian yang berhubungan pada keagamaan. Namun untuk implementasinya tidak selalu berhubungan pada ketuhanan. PKBR pun akan membantu mahasiswa membentuk kepribadian profesional.

Sebelumnya BNPT menyatakan terdapat tujuh kampus yang diduga kuat merupakan lahan subur tumbuhnya paham radikalisme. Sejumlah kampus tersebut yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Brawijaya (UB).

Di sisi lain, Arif Satria selaku Rektor IPB menyatakan pihaknya telah meminta klarifikasi BNPT mengenai data yang mengatakan jika tujuh kampus telah terpapar paham radikalisme. Ia berharap agar mendapat informasi detail dari BNPT atas tujuh kampus yang disebutkan tersebut.

ADUQ ONLINE | AGEN TERPERCAYA  | JUDI ONLINE | DOMINO QQ ONLINE

Comments

comments

14 thoughts on “Demi Mencegah Radikalisme, Universitas Brawijaya Gandeng Intelijen

  1. Pharmacist: Every Canadian drug store canadian meds without prescriptions online is mandated by law to supply its customers access to a registered pharmacist prior to making any acquisition. These experts are well qualified to suggest you. However, the most reputed companies will make certain that they take the approval of your physician prior to refining your order.
    [url=http://ordercanadianpharmacy.com/]canada meds viagra[/url] ed drugs – canada

  2. Taper off to today, when there is a superabundance of anti aging cottage attention products like loykun.cremegoji.nl/leef-samen/where-is-algarve.html creams, serums, gels and powders that all make to be this font of youth. Some produce loykun.cremegoji.nl/online-consultatie/verkrampte-spieren-rug.html their anti aging sleight of clap be means of ingredients that attired in b be committed to a ton of unqualified experimentation masla.gojigezicht.nl/voor-de-gezondheid/clinique-pep-start-sephora.html and investigation on how peel ages to side with them up and some are unalloyed hype.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *