Polri Minta Masyarakat Jangan Percaya Isu Hoax Dibalik Aksi Teror Bom

Polri Minta Masyarakat Jangan Percaya Isu Hoax Dibalik Aksi Teror Bom

Polri Minta Masyarakat Jangan Percaya Isu Hoax Dibalik Aksi Teror Bom

Liputan46 – Mabes Polri mengingatkan kepada masyarakat Indonesia untuk tetap waspada terhadap berita palsu atau hoax dibalik aksi teror bom yang terjadi. Mengingat, di media sosial ataupun berbagai pesan, banyak informasi yang beredar luas, namun masih belum benar kebenarannya.

Kami dari, Mabes Polri sangat mengharapkan masyarakat tetap waspada khususnya berita-berita tidak jelas, yang dikirim oleh sumber-sumber tidak jelas, atau biasa disebut hoax,” Ucap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto dalam jumpa pers dikantornya, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Setyo mengatakan, informasi hoax yang sering meresahkan masyarakat, seperti kabar soal adanya teror bom di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, pagi tadi. Pasalnya, hal itu hanya hoax belaka. Setyo juga menjelaskan kepada masyarakat untuk tidak memposting hoax, foto ataupun video yang menampilkan kekerasan dari aksi bom yang sudah terjadi itu. Menurutnya, hal itu akan berdampak pada ketakutan baru untuk masyarakat.

Kabar ledakan di Jemundo beredar cepat lewat grup WhatsApp. Kabar ini muncul beberapa jam setelah bom rakitan meledak di unit Rusunawa Wonocolo yang dihuni Anton. Iqbal sebelumnya menyebut unit Rusunawa lokasi bom rakitan meledak ditempati oleh terduga teroris. Ada 5 orang korban akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB,

Tim penjinak bom sudah tiba di lokasi. Penjagaan di Rusunawa Wonocolo juga sangat di perketat saat ini. Sekadar informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sangat mengecam keras dan akan menerbitkan Perppu bila pembahasan revisi UU Antiterorisme belum rampung pada Juni 2018 atau pada akhir masa sidang di DPR RI.

Namun, ancaman Jokowi itu segera langsung di proses oleh Menko Polhukam Wiranto beserta fraksi pendukung pemerintah di DPR. Mereka berkumpul dan menyepakati beberapa hal, di antaranya segera melangsungkan pembahasan revisi UU Antiterorisme dan tidak ingin Perppu menjadi solusi penyelesaian masalah terorisme.

Sebelumnya, sejumlah aksi teror sudah terjadi di Jawa Timur. Minggu 13 Mei lalu, tiga gereja di Surabaya dibom dan menyebabkan 14 orang meninggal dunia. Kemudian besok hari nya terjadi ledakan susulan di Rusun Wonocolo lantai 5 Blok B belakang Polsek Taman Sepanjang. Lalu hari ini, bom juga meledak di depan pagar area Mapolrestabes Surabaya.

ADUQ ONLINE | AGEN TERPERCAYA  | JUDI ONLINE | DOMINO QQ ONLINE | DOMINO KIU 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *