Layanan Antar Makanan Go-Food Diklaim Yang Terbesar di Dunia

Layanan Antar Makanan Go-Food Diklaim Yang Terbesar di Dunia

Layanan Antar Makanan Go-Food Diklaim Yang Terbesar di Dunia

Liputan46 – Nadiem Makariem selaku CEO Gojek menyatakan bahwa bisnis pengantaran makanan Go-Food akhirnya sudah mengalahkan vendor pengantar makanan India dan saat ini merupakan yang terbesar di dunia.

Go-Food telah menjadi layanan food delivery atau pengantaran makanan terbesar di dunia, dan telah lebih besar dari yang di India. Padahal, di India memiliki 1,2 miliar orang. Sementara Go-Food hanya 250 juta namun Go-Food sudah sangat besar, tutur Nadiem pada acara Pasar Malam GoFood di Gelora Bung Karno, Jumat kemarin.

Ia menyatakan bahwa Go-Food yang kini mempunyai 150 ribu merchant di seluruh Indonesia adalah satu dari empat besar layanan pada ekosistem Gojek. Layanan transportasi seperti Go-Ride dan Go-Car masih menjadi juara, dan tiga layanan lain yang mempunyai banyak permintaan yakni Go-Food dan Go-Send. Meskipun demikian, Nadiem tidak membagikan angka kontribusi masing-masing dalam pelayanan bisnisnya.

Nadiem melihat bisnis makanan mempunyai masa depan yang sangat cerah bagi UMKM di Tanah Air. Karena orang Indonesia mempunyai kebiasaan makan di semua jenis suasana.

Ekonomi Indonesia adalah yang pertama jago makan dan jago memasak. Maka bukan sekedar suka memasak, mereka pun menyukai jajan di luar karena kulturnya begitu. Lantas ini menjadi salah satu pilar penting Gojek dan dapat dikatakan menjadi UMKM di Indonesia. Hal yang diperlukan dalam memasak hanya talenta dan dapur, jika restoran sudah tidak lagi mesti dimiliki selama seseorang bekerja sama terhadap perusahaan pengantar makanan.

Di sisi lain, Agung Gede Ngurah Puspayoga selaku Menteri Koperasi dan UMKM Anak setuju dengan Nadiem jika bisnis kuliner memang menjanjikan bagi UMKM di Indonesia. Menurutnya, kuliner Indonesia mendapatkan banyak permintaan ekspor.

Namun Puspayoga tidak dapat menyebutkan seberapa besar kontribusi bisnis kuliner terhadap perekonomian Indonesia. Puspayoga optimis bisnis ini bisa mendapatkan cukup banyak permintaan yang menguntungkan UMKM saat gelaran Asian Games yang dimulai bulan Agustus nanti.

Hasil dari Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebanyak 98 persen perusahaan yang ada di Indonesia masuk dalam kategori UMKM. Usaha kuliner termasuk dalam salah satu sektor UMKM yang cukup berkembang. Hasil survei Badan Ekonomi Kreatif (2018) menyatakan jika usaha kuliner termasuk penyumbang utama PDB dalam sektor ekonomi kreatif.

DOMINO QQ ONLINE  | BANDARQ TERPERCAYA | SAKONG ONLINE | AGEN QQ

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *