Kementerian ESDM Perhitungkan Rencana Subsidi Solar

Kementerian ESDM Perhitungkan Rencana Subsidi Solar

Kementerian ESDM Perhitungkan Rencana Subsidi Solar

Liputan46 – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang memperhitungkan usulan penambahan subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya solar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menyatakan kepada Pertamina mengusulkan tambahan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebesar Rp1.000 per liter, atau menjadi Rp1.500 per liter

Joko Siswanto selaku Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM menyebutkan, rencana penambahan subsidi jenis Solar masih dalam semua pengajian oleh Kementerian ESDM. Untuk besarannya sendiri disebutkan dia masih pada kisaran Rp 1.000 per liter.

Perkiraannya sekitar Rp 1.000 ya per liter. Saat ini Rp 500 per liter. Nanti usulannya dinaikkan Rp 1.000 per liter jadi Rp 1.500 per liter,” Ujar Joko di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (14/5/2018). Usulan untuk penambahan subsidi solar sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan sedang dalam proses perhitungan oleh tim dari Kementerian Keuangan serta bagaimana mekanismenya,” Ucap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Agung juga menyatakan, jika sudah dikaji oleh Kementerian Keuangan, baru selanjutnya akan dibandingkan bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Kalau sudah selesai dari Kemenkeu, nanti akan dibawa ke DPR dan kita rundingkan bersama-sama,” ujarnya.

Tambahan subsidi ini, Ucap Agung, diusulkan karena Pertamina menyalurkan BBM tanpa ada perubahan harga, meskipun harga minyak mentah dunia sedang naik. Dana untuk subsidi tambahan solar tersebut berasal dari keuntungan penjualan lifting minyak mentah bagian pemerintah (government take) yang dijual, karena melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Jika subsidi ditambah Rp 500 per liter menggunakan anggaran yang dibutuhkan Rp 3,5 triliun, sedangkan jika subsidi ditambah Rp 1.000 per liter maka anggaran yang dibutuhkan Rp 7 triliun. Saat ini besaran tambahan subsidi solar belum ditetapkan, Djoko bersama timnya masih terus menjalankan perhitungan untuk menentukan angka yang tepat.

Kalau misalnya Rp 1000 jadi Rp 1.500 ya tambah Rp 7 triliun. Masih dalam perhitungan,” tuturnya. Harga Indonesian Crude Price (ICP) saat ini kan sekitar USD70 per barel, sedangkan asumsi (ICP) APBN 2018 itu USD48 per barel. Jadi ada selisihnya kan sekitar USD22, itu kan jumlahnya cukup besar. Jadi, tidak akan membebankan kas negara,” Tutup Joko.

AGEN CAPSA | BANDARQ ONLINE| BANDAR Q | BANDAR SAKONG | DOMINOQQ 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *