Telegram Segera Diblokir Pemerintah Rusia Atas Perintah Pengadilan

Telegram Segera Diblokir Pemerintah Rusia Atas Perintah Pengadilan

Telegram Segera Diblokir Pemerintah Rusia Atas Perintah Pengadilan

Liputan46 – Pihak dari pengadilan Rusia memerintahkan supaya seluruh akses layanan pesan instan Telegram untuk segera diblokir. Keputusan tersebut adalah kelanjutan dari kemungkinan gangguan komunikasi yang terjadi oleh jutaan pengguna yang sudah menimbulkan bentrok dari perusahaan teknologi global serta otoritas Rusia.

Keputusan dilakukannya pemblokiran tersebut muncul satu minggu usai pihak dari pengawas komunikasi negara yakni Rozkomnadzor mengajukan gugatan dalam membatasi akses untuk Telegram. Gugutan tersebut pun mendapatkan tindak lanjut dari penolakan Telegram yang akan memberikan akses untuk layanan keamanan Rusia pada pesan rahasia para penggunanya.

Menjadi sebuah bagian dari layanannya, Telegram memungkinkan sekitar 200 juta pengguna global, termasuk para pejabat senior pemerintah Rusia dalam melakukan komunikasi dari pesan terenkripsi yang tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga. Tetapi untuk layanan keamanan federal FSB di Rusia menyatakan jika memerlukan sebuah akses ke dalam beberapa pesan dalam menjaga serangan dari para teroris. Permintaan itupun langsung ditolak oleh Telegram dengan alasan untuk tetap menghormati privasi para pengguna.

Pengadilan akhirnya telah memutuskan akan memenuhi persyaratan Roskomnadzor, yakni dengan memberlakukan pembatasan akses untuk Telegram dan berhenti memberikan kondisi teknis dalam melakukan pertukaran pesan, ucap hakim Yulia Smolina yang dikutip melalui kantor berita TASS. Pavel Durov selaku Pendiri dan CEO Telegram menyatakan jika aplikasi ini dapat menggunakan sistem built-in dalam mengitari larangan tersebut namun tidak bisa menjamin akses 100 persen tanpa menggunakan jaringan pribadi virtual, maupun VPN.

Pavel Chikov, salah satu pengacara yang mewakili Telegram, menyatakan keputusan pengadilan tersebut telah memperingatkan perusahaan teknologi global mengenai bagaimana bahayanya beroperasi di Rusia. Mereka sudah berulang kali menunjukkan jika sistem pengadilan dikhususkan dalam melayani kepentingan pihak berwenang. Mereka bahkan tidak akan peduli dengan penampilan eksternal yang lebih mendasar, ucapnya dalam saluran Telegramnya.

Hasil oleh keputusan pengadilan pun telah diawasi ketat oleh investor sebab Telegram tengah melakukan penawaran koin pertama mereka di dunia. Penjualan token pribadi yang bisa diperdagangkan sebagai mata uang alternatif, hampir sama dengan Bitcoin maupun Ethereum.

AGEN TERPERCAYA  | JUDI ONLINE | DOMINO QQ ONLINE | DOMINO KIU

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *