Saudi Menuding Qatar Atas Upaya Pembunuhan Raja Abdullah

Saudi Menuding Qatar Atas Upaya Pembunuhan Raja Abdullah

Saudi Menuding Qatar Atas Upaya Pembunuhan Raja Abdullah

Liputan46 – Krisis diplomatik dari Arab Saudi dan beberapa negara di Timur Tengah mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir dengan Qatar terus berlanjut sampai pertengahan 2017 lalu. Selain menilai Qatar mendukung aksi terorisme di kawasan, Riyadh menuduh Doha terlibat dalam upaya pembunuhan Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud. Hal ini turut menjadi salah satu alasan pemutusan hubungan diplomatik.

Osama menyebut Saudi menemukan sedikitnya 200 jam rekaman percakapan antara pejabat Qatar, eks pemimpin Libya Gaddafi, dan sejumlah oknum lainnya yang dianggap teroris. Isi percakapan itu, paparnya, membicarakan rencana pembunuhan Raja Abdullah.

Rencana pembunuhan itu gagal. Osama menyebut Saudi juga berhasil menangkap sejumlah orang yang terlibat pada percakapan tersebut. Tetapi bukannya menahan, Osama menyatakan Raja Abdullah memutuskan akan memaafkan orang-orang tersebut dan membebaskan mereka.

Dikabarkan oleh Al Arabiya, sekitar pertengahan tahun 2017 lalu dokumen yang diungkap Saudi mengatakan jika Gaddafi dan ayah dari Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Hamad bin Khalifa Al-Thani, pernah berdiskusi dalam merencanakan pembunuhan Raja Abdullah.

Rencana pembunuhan tersebut berawal dari keinginan Gaddafi yang akan balas dendam terhadap Saudi sebab merasa tersinggung. Pada tahun 2003 lalu, saat gelaran Pertemuan Tingkat Tinggi Liga Arab di Mesir, Gaddafi mengeluarkan pernyataan untuk menyerang Saudi dan Raja Fahd.

Raja Abdullah yang ketika itu masih menjadi putra mahkota merespons pernyataan Gaddafi dengan keras dengan menyindirnya jika ia dapat menjadi pemimpin Libya cuma karena bantuan negara Barat. Gaddafi geram atas pernyataan Raja Abdullah ketika itu dan bersumpah akan membalasnya. Dari itu, dikatakan mulai muncullah ide Gaddafi akan membunuh Raja Abdullah.

Gaddafi juga pernah mencoba menghubungi beberapa warga Saudi pembangkang di luar negeri khususnya yang tinggal di London, Inggris, untuk meminta bantuan. Karena tidak berhasil, Gaddafi kemudikan dikatakan menghubungi Emir Qatar saat itu Hamad bin Khalifa agar bekerja sama merencanakan pembunuhan tersebut.

Dokumen Saudi menyatakan jika Hamad bin Khalifa mengungkapkan kesediaannya dalam membantu Gaddafi untuk membalas perilaku Pangeran Abdullah yang menyinggungnya. Tetapi Hamad bin Khalifa diketahui berkeras membantu Gaddafi. Hamad bin Khalifa juga dikabarkan terbang langsung ke Libya untuk bertemu Gaddafi dalam meyakinkannya jika Qatar siap membantu apa yang diinginkan Gaddafi.

BANDARQ ONLINE | BANDAR Q | BANDAR SAKONG | DOMINOQQ    

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *