Riset: Manusia Penyebab Penyebaran Hoaks Lebih Cepat Dari Berita Asli

Hoaks Lebih Cepat Dari Berita Asli

Riset: Manusia Penyebab Penyebaran Hoaks Lebih Cepat Dari Berita Asli

Liputan46 – Salah satu penelitian ilmiah mengatakan jika berita hoaks menyebar semakin jauh, semakin cepat dan semakin banyak dibanding berita yang benar. Hal tersebut terjadi bukan disebabkan mesin atau bot, namun karena perilaku manusia yang menjadi penyebabnya. Para peneliti dari Media Lab pada Massachuets Institute of Technology memeriksa sekitar 126 ribu cerita yang dibagikan oleh tiga jutaan orang pada Twitter dari tahun 2006 sampai 2017. Hasilnya, 70 persen berita palsu maupun hoaks cukup mungkin untuk di-retweet daripada berita yang benar.

Dari hasil studi tersebut diketahui bahwa penyebaran hoaks semakin cepat dan luas di Twitter daripada berita yang benar. Berita hoaks juga menyebar enam kali lebih cepat. Seluruh cerita yang diteliti pada studi tersebut ditinjau dari enam organisasi pengecekan fakta yang independen, seperti Snopes dan Politifact, dalam menilai tentang kebenarannya.

Berita politik yang palsu biasanya akan banyak muncul dibandingkan mengenai terorisme, sains, bencana alam, legenda urban maupun informasi keuangan. Para peneliti menuturkan jika terjadi peningkatan menyebarnya berita politik palsu saat Pilpres Amerika 2012 dan 2016.

Soroush Vosoughi selaku pimpinan penelitian menyatakan jika orang semakin cenderung membagikan hoaks sebab beritanya dinilai semakin mengejutkan. Hal tersebut sama seperti menggunakan headline click bait yang sensasional dalam menarik cukup banyak perhatian. Twitter juga dijadikan fokus pada penelitian tersebut, namun para peneliti mengatakan bahwa penemuan mereka kemungkinan besar pun berlaku di platform media sosial lainnya seperti Facebook.

Tim pun menemukan fakta jika perilaku manusia yang akan selalu menjadi orang pertama dalam menyebarkan salah satu kabar berita, merupakan sebuah penyebab semakin derasnya hoaks. Cukup mengejutkan bila manusia lah yang bertanggung jawab. Kita tidak dapat menyalahkan robot, ucap Profesor Sinan Aral dari MIT Sloan School of Management.

Orang yang pertama kali membagikan sesuatu dikatakan mempunyai pengetahuan, dan para peneliti menjumpai bahwa berita palsu dapat memicu sebuah perasaan terkejut atau jijik yang semakin besar. Sementara itu berita asli dapat menghasilkan ungkapan antisipasi, kesedihan, serta kepercayaan.

Biasanya berita hoaks pun cukup dramatis dibandingkan berita sungguhan. Banyak orang menyukai kisah yang menggugah perasaan mereka. Mereka bisa menyebarkannya seketika. Belum lagi, orang-orang pun memiliki kecenderungan dalam membagikan berita yang mengiyakan maupun sejalan terhadap pemikiran mereka.

Sejumlah peneliti mengatakan bahwa untuk mengatasi hoaks tersebut bukan hanya memerlukan perubahan perilaku manusia. Namun mesti terdapat kontrol ketat pada media sosial besar contohnya Facebook, Twitter, Google maupun Youtube.

BANDARQ ONLINE | BANDAR Q | BANDAR SAKONG | DOMINOQQ    

Comments

comments

5 thoughts on “Riset: Manusia Penyebab Penyebaran Hoaks Lebih Cepat Dari Berita Asli

  1. Hi my friend! I want to say that this article is amazing, nice written and come with almost all significant infos. I would like to look more posts like this.

  2. You made some good points there. I looked on the internet for the issue and found most guys will consent with your website.

  3. Some really nice and useful info on this site, besides I believe the layout holds excellent features.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *