Kewenangan Untuk Mencari Pesawat MH370 Menjadi Rebutan

Kewenangan Untuk Mencari Pesawat MH370 Menjadi Rebutan

Kewenangan Untuk Mencari Pesawat MH370 Menjadi Rebutan

Liputan46 –  Merebut sebuah kewenangan timbul saat penyelidikan yang dipimpin oleh pihak Malaysia karena hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 di Samudera Hindia pada empat tahun lalu. Empat pihak penyidik kecelakaan udara sipil, salah satunya adalah otoritas yang menganalisa data penerbangan kotak hitam, sudah dikesampingkan mengenai alasan keterbatasan anggaran.

Militer dari Malaysia dapat menggantikan mereka pada tujuh pilot pesawat tempur dari Angkatan Udara dan pilot helikopter atas pengalaman penyelidikan kecelakaan yang masih minim.

Kolonel Lau Ing Hiong yang merupakan penerbang utama militer Malaysia sendiri sudah mengkonfirmasi penugasannya dalam tim pencariannya. Kolonel Hiong menjelaskan bahwa perannya pada tim tersebut yakni sebagai sebuah langkah antisipasi menemukan kotak hitam MH370 namun ia justru membantah adanya operasi militer dalam mengamankan kotak hitam tersebut.

Sejumlah pihak yang terkait pada penyelidikan dan tidak bersedia diungkapkan identitasnya menyatakan kepada ABC mereka khawatir cara tersebut nantinya akan mengganggu independensi tim pencarian. Salah satunya menuturkan bahwa kehadiran mereka yang tak memiliki wewenang seperti personel Angkatan Udara pada kapal pencari dapat menimbulkan pertanyaan mengenai rangkaian bukti-bukti.

Hal tersebut disebabkan adanya konflik kepentingan personel militer dari pihak sipil pada pencarian serta komandan militer mereka. Tetapi sebuah sumber pada tim pencarian menyatakan pencarian MH370 sudah terganggu sebab kehadiran personil militer dalam tim.

Sementara itu, Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia menolak wawancara tetapi memberi pernyataan bahwa investigasi tersebut harus dilakukan oleh badan independen. ABC sudah menghubungi Perdana Menteri Malaysia dalam memberikan klarifikasi mengenai peran Angkatan Udara pada tim pencarian.

Bukan menjadi hal utama bila personil Angkatan Udara Malaysia terlibat pada investigasi kecelakaan udara mereka yang akan terlibat dalam penyelidikan kasus MH17, dimana telah ditembak jatuh di atas Ukraina. Kapal swasta yang kini mencari reruntuhan pesawat yakni Seabed Constructor, saat ini tenag berlabuh di Fremantle Australia Barat untuk mengisi bahan bakar.

Liow Tiong Lai selaku Menteri Transportasi Malaysia menyatakan hingga kini pencarian berjalan lancar untuk tengat 90 hari untuk kapal tersebut dalam menemukan reruntuhan pesawat. Jika dalam waktu 90 hari mereka dapat mencari sekitar 1.000 kilometer persegi maka pihaknya akan langsung menginformasikannya kepada publik.

Kapal Seabed Constructor sudah menjadi sasaran teori konspirasi setelah diketahui mematikan transponder selama 80 jam, memicu sejumlah spekulasi di dunia online. Pihak berwenang Malaysia tahu alasannya kapal tersebut tak melaporkan lokasinya, tetapi tidak menjelaskan informasi tersebut pada laporan mingguan tentang upaya pencarian.

Sampai saat ini pencarian MH370 sudah dilakukan oleh delapan pakar penerbangan sipil salah satunya dari Malaysia serta beberapa warga negara asing, yakni dari Biro Keselamatan Transportasi Australia.

AGEN CAPSA | BANDARQ ONLINE| BANDAR Q | BANDAR SAKONG

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *