Kemenag: Larangan Valentine Layaknya Keprihatinan Orang Tua

Keprihatinan Orang Tua

Kemenag: Larangan Valentine Layaknya Keprihatinan Orang Tua

Liputan46 – Walaupun tidak dengan tegas mendukung kebijakan untuk melarang perayaan Hari Valentine, pihak dari Kementerian Agama berharap agar masyarakat dapat melihat sisi positif melalui kebijakan tersebut.

Mastuki selaku Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag menyatakan bahwa Hari Valentine harus bisa dilihat merupakan bentuk keprihatinan seorang pimpinan daerah dan juga orang tua. Mastuki menuturkan bahwa kepala daerah menerbitkan larangan tersebut sebab cukup cemas atas dampak buruk oleh perayaan hari valentine bagi kalangan pelajar. Karena, hari kasih sayang ini akan dirayakan dengan kegiatan yang tak bermanfaat.

Terkadang dapat pula mengarah pada perilaku negatif dimana akan bertentangan pada ajaran agama serta nilai-nilai Indonesia yang menjadi bangsa yang religius. Mastuki menuturkan bahwa pelarangan perayaan Hari Valentine merupakan sebuah siklus tahunan yang bukan cuma dilakukan oleh pimpinan pemerintah daerah saja namun oleh para ulama.

Walaupun begitu, namun pelarangan dikeluarkan bukan untuk mengabaikan esensinya menjadi hari kasih sayang. Namun karena sifat perayaan yang dilakukan oleh banyak masyarakat, terutama dalam perayaan yang bertentangan pada nilai keadaban.

Tetapi Mastuki mengatakan jika hal tersebut tidak berarti Kemenag memberi dukungan secara resmi atas kebijakan pelarangan yang dikeluarkan dari pimpinan daerah tersebut. Ia sekedar mengajak masyarakat supaya dapat melihat sisi positif melalui kebijakan tersebut. Tetapi bukan artinya Kemenag mendukungnya.

Muhammad Idris selaku Wali Kota Depok, Jawa Barat sudah melarang warganya dalam merayakan Hari Valentine sebab dianggap berpotensi menumbuhkan praktik penyimpangan seksual. Dinas Pendidikan Kota Depok kemudian meminta pada semua Kepala Sekolah supaya melarang para muridnya untuk merayakan valentine.

Hal yang sama juga dilakukan Indah Dhamayanti Putri selaku Bupati Bima, Nusa Tenggara Barat. Ia mengimbau untuk kepala sekolah sampai dosen supaya melarang murid serta mahasiswa merayakan valentine dengan bentuk apa pun. Menurutnya, perayaan tersebut telah bertentangan dengan norma agama maupun sosial budaya.

Larangan tersebut juga telah diterbitkan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Kotawaringin Timur, serta Bondowoso. Adanya hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung langkah kepala daerah yang melarang seluruh warga terutama pelajar muslim dalam merayakan hari Valentine.

Najamuddin Ramli selaku Wakil Sekjen MUI menyatakan jika pihaknya mendukung seluruh kebijakan yang bisa melindungi generasi muda yang beragama Islam melalui pengaruh buruk. MUI mendukung semua kebijakan yang baik serta mendukung kebijakan yang memagari seluruh warga negara dari sejumlah hal yang buruk.

BANDARQ | DOMINO QQ ONLINE  | BANDARQ TERPERCAYA | SAKONG ONLINE

Comments

comments

One thought on “Kemenag: Larangan Valentine Layaknya Keprihatinan Orang Tua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *