Kanada Kaji Penjualan Helikopter Dan Filipina Cari Penjual Lain

Kanada Kaji Penjualan Helikopter Dan Filipina Cari Penjual Lain

Kanada Kaji Penjualan Helikopter Dan Filipina Cari Penjual Lain

Liputan46 –  Hanya satu hari usai setuju akan menjual 16 helikopternya untuk Filipina, pemerintah Kanada langsung memerintahkan agar dapat mengkaji ulang kesepakatan yang bernilai US$233 juta tersebut karena merasa khawatir helikopternya dapat digunakan dalam memerangi pemberontak.

Francois-Philippe Champagne selaku Menteri Perdagangan Kanada mengatakan jika kesepakatan yang resmi diteken hari Selasa tersebut sudah dijajaki mulai tahun 2012, dengan pemahaman jika helikopter-helikopter tersebut dapat digunakan sebagai sebuah misi pencarian dan penyelamatan.

Tetapi Mayor Jenderal Restituto Padilla selaku Panglima Filipina menuturkan jika helikopter tersebut akan digunakan sebagai operasi militer pengamanan dalam negeri. Kemudian juga akan dikerahkan untuk misi pencarian serta penyelamatan maupun tanggap darurat bencana.

Champanye mengatakan jika pihaknya sudah melihat deklarasi tersebut dan pihaknya pun akan segera meluncurkan kajian kepada otoritas terkait. Pihaknya akan mengkaji berbagai fakta untuk mengambil keputusan yang tepat. Helikopter Bell 412EPI seharusnya akan dikirim awal tahun depan ketika militer Filipina bersiap dalam meningkatkan operasi untuk melawan pemberontak komunis serta pemberontak Islam.

Harry Roque selaku Juru bicara Kepresidenan Filipina menuturkan bahwa militer dapat mempertimbangkan kemungkinan adanya pengadaan oleh sumber lain bila Kanada tidak ingin menjualnya. Sementara itu, Delfin Lorenzana selaku Menteri Pertahanan Filipina mengaku bingung atas kabar jika Kanada mengkaji kembali kesepakatan itu.

Lorenzana melalui pesan singkatnya menjelaskan bahwa ia bertemu dengan orang-orang Bell di Singapura dua hari lalu kemudian mereka tak mengindikasikan terjadinya perubahan pada proyek. Sementara itu Justin Trudeau selaku Perdana Menteri Kanada ketika ditanya apakah dia khawatir jika helikopter-helikopter tersebut akan digunakan dalam melawan rakyat Filipina, lalu ia menjawab secara singkat “Tentu saja.” PM Trudeau menuturkan Kanada mempunyai aturan penjualan alutsista yang jelas, untuk siapa dan bagaimana nantinya peralatan militer tersebut akan digunakan.

Trudeau pada acara tanya jawab di Universitas Chicago, Amerika Serikat menegaskan jika pihaknya mesti dapat memastikan sebelum kesepakatan tersebut maupun kesepakatan lainnya jika pihaknya sudah mematuhi peraturan, yang mesti diikuti pemerintah Kanada.

Tahun 2016, pemerintah liberal Kanada dikritik sebab sudah meneken penjualan kendaraan militer ringan untuk Arab Saudi di tengah kekhawatiran pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Sama dengan kontrak helikopter kepada Filipina, kesepakatan tersebut pun telah dijajaki oleh pemerintahan Kanada sebelumnya yang konservatif..

BANDAR Q | BANDAR SAKONG | DOMINOQQ

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *