Garuda Indonesia Berharap Penghargaan Status Bintang Lima

Garuda Indonesia Berharap Penghargaan Status Bintang Lima

Garuda Indonesia Berharap Penghargaan Status Bintang Lima

Liputan46 –  Belakangan ini pihak PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk meminta agar ada pengakuan kualitas perusahaan dari status maskapai bintang lima oleh Skytrax yang merupakan sebuah lembaga pemeringkat maskapai penerbangan global, dapat mendongkrak kinerja keuangan dari perusahaan.

Status atas maskapai bintang lima oleh Skytrax sudah didapatkan Garuda Indonesia dari tiga tahun belakangan dan mendapatkan kembali pada tahun ini, dimana telah diberikan langsung oleh Skytrax saat dilakukan pergelaran Singapore Airshow 2018.

Pahala Nugraha Mansury selaku Direktur Utama Garuda Indonesia menyatakan, pengakuan kualitas semestinya dapat menjadi alasan untuk perusahaan supaya meningkatkan tarif tiket penerbangan, agar penjualan dapat naik dan dapat memperbaiki kinerja keuangan perusahaan yang terlihat masih harus merugi pada tahun 2017. Ia berharap yang dinamakan servis dan penjualan serta kinerja mesti terdapat kontribusinya, namun ini dapat menjadi sebuah proses yang cukup panjang.

Walau begitu, Pahala belum dapat menjelaskan secara rinci tentang kebijakan penyesuaian tarif oleh maskapai pelat merah tersebut. Namun jika memang akan dilakukan penyesuain tarif, Pahala memberi sinyal bahwa hanya akan menyesuaikan tarif untuk penerbangan luar negeri saja.

Karena hal tersebut cukup sejalan dengan cara perusahaan yang sedang menargetkan kenaikan penjualan tiket penerbangan menuju luar negeri. Ia mengatakan jika pertumbuhan penerbangan internasional telah meningkat 13 persen pada tahun 2017 lalu.

Diharapkan dalam tahun depan dapat meningkat 20 persen untuk penerbangan Internasional. Sementara bagi penerbangan domestik, perusahaan akan mendongkrak kinerja melalui peningkatakan dalam memanfaatkan utilisasi pesawat.

Pada kuartal III dan IV, utilisasi dari 8 jam 6 menit telah menjadi 9 jam 30 menit. Hal tersebut mengimplikasi jika cost dapat menurun dan pendapatan dapat tumbuh lebih signifikan, agar kedepan pihaknya bisa meningkatkan kinerja.

Untuk kinerja keuangan masih tidak dapat diumumkan oleh perusahaan. Cuma saja, data terakhir mencatat jika maksapai ini cukup merugi dengan estimasi sebesar US$219,58 juta pada tahun lalu. Sementara untuk tahun depan, perusahaan menargetkan dapat mendulang pendapatan yang cukup besar, yakni mencapai US$4,9 miliar, agar dapat menekan jumlah kerugian.

Bagi status untuk maskapai bintang lima, Garuda Indonesia termasuk di dalam 10 besar maskapai terbaik di dunia dengan Qatar Airways, EVA Air, All Nippon Airlines, Cathay Pacific, Asiana Pacific, Etihad, Singapore Airlines, Hainan Airlines, dan Lufthansa.

AGEN CAPSA | BANDARQ ONLINE| BANDAR Q

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *