Sandiaga Uno Dilaporkan Dalam Kasus Penipuan Akta

Sandiaga Uno Dilaporkan Dalam Kasus Penipuan Akta

Sandiaga Uno Dilaporkan Dalam Kasus Penipuan Akta

Liputan46 –  Sandiaga Uno selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta belakangan dilaporkan kembali ke Polda Metro Jaya karena adanya dugaan pemalsuan dan penipuan pada akta jual beli. Fransiska Kumalawati Susilo yang merupakan pelapor menyatakan, hal tersebut terkait adanya jual beli tanah pada daerah Curug, Tangerang, Banten. Laporan tersebut sendiri dilakukan hari Senin lalu.

Laporan tersebut merupakan sebuah laporan tentang sertifikat tanah dibalik nama tanpa adanya AJB atau Akta Jual Beli. Bukan hanya Sandiaga, ia pun telah melaporkan kembali rekan bisnis Sandiaga yakni Andreas Tjahyadi. Nama terakhir sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dengan kasus dugaan penggelapan tanah di Banten dan saat ini sudah ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya.

Keduanya dilaporkan saat delik penipuan maupun penggelapan serta pemalsuan dan menyuruh untuk memasukkan keterangan palsu pada akta otentik, seperti yang tercantum pada pasal 378 dan atau pasal 372 dan atau pasal 263 dan atau pasal 266 UU KUHP.

Laporan tersebut telah diterima dengan bernomor LP/109/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 8 Januari 2018. Fransiska mengatakan jika Sandiaga dan Andreas tahun 2012 mempunyai saham pada PT. Japirex. Mereka sudah menjual tanah seluas 3.000 meter persegi pada Jalan Raya Curug, Tangerang, Banten.

Fransiska mengatakan jika tahun 2001 Sandiaga mempunyai sekitar 40 persen saham PT Japirex, dan Andreas sebanyak 60 persen. Ia sebelumnya sempat melaporkan kasus dugaan penggelapan tanah tersebut pada Polda Metro Jaya bulan Maret 2017 lalu.

Polda sendiri telah melimpahkan berkas perkara Andreas Tjahjadi yang merupakan tersangka pada laporan pertama tersebut ke Kejaksaan, tanggal 8 Desember 2017. Untuk Sandiaga sempat mengaku tidak akan gentar jika ada panggilan pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya pada kasus tersebut.

Ia sendiri mengaku tidak dapat hadir karena kuasa hukumnya masih libur. Sandi lalu mengajukan permintaan untuk menunda pemeriksaan kepada polisi dan meminta supata pemeriksaan dilakukan usai Hari Raya Idul Fitri. Menurut Arifin Djauhari selaku anggota Tim Advokasi Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada tahun 2017 telah dikaitkannya nama Sandi karena ia sempat masuk pada jajaran direksi PT. Japirex. Kepemilikan sahamnya sebesar 40 persen tahun 2001.

Tahun 2012, perusahaan tersebut dilikuidasi. Sandiaga dikatakan tak lagi masuk pada manajemen perusahaan. Tim likudidasi sendiri yang dipimpin oleh Andreas, lalu melakukan penjualan tanah di Curug. Hal tersebutlah yang dianggap pelapor sudah menimbulkan kerugian.

AGEN CAPSA | BANDARQ ONLINE| BANDAR Q

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *