Imigrasi AS Razia 100 Toko 7 Eleven Tak Ada WNI Ditangkap

Imigrasi AS Razia 100 Toko 7 Eleven Tak Ada WNI Ditangkap

Imigrasi AS Razia 100 Toko 7 Eleven Tak Ada WNI Ditangkap

Liputan46 –  Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Washington DC menyatakan jika tidak ada warga Indonesia (WNI) yang tertangkap pada razia gerai 7-Eleven yang ada di Amerika Serikat. Muhammad Al Aula selaku pejabat Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Washington DC mengatakan bahwa hingga saat ini, melalui pantauan KBRI dinyatakan bahwa tidak ada WNI yang tertangkap saat razia di Seven Eleven.

Imigrasi Amerika Serikat sendiri telah melakukan razia pada sekitar 100 gerai 7-Eleven di seantero negeri lalu berhasil menangkap sekitar 21 orang yang dicurigai merupakan para immigran ilegal. Imigrasi pun sudah memberi tenggat waktu untuk para pemilik toko waralaba tersebut agar dapat membuktikan jika para pegawai mereka mempunyai izin kerja yang resmi.

Razia tersebut adalah salah satu operasi terbesar yang dilakukan di tempat kerja dari Badan Penegakan Hukum Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) mulai ketika Presiden Donald Trump dilantik bulan Januari tahun lalu. Aksi razia tersebut harusnya dapat membawa pesan kuat untuk para pelaku bisnis Amerika yang merekrut serta mempekerjakan tenaga kerja yang ilegal. ICE akan menegakkan hukum, dan bila ada yang kedapatan sudah melanggar aturan, mereka kemudian dimintai pertanggungjawaban, ucap Thomas Homan selaku Wakil Direktur ICE pada sebuah pernyataan.

Tindakan keras pada para imigran ilegal, salah satunya dengan membangun dinding pemisah pada perbatasan dengan Meksiko merupakan sebuah janji Trump ketika berkampanye pemilihan presiden Amerika tahun 2016. Trump pun mendesak Parlemen agar dapat segera membuat kesepakatan mengenai program Dreamers.

Dreamers adalah sebuah istilah yang mengacu untuk mereka yang masuk dengan ilegal ke Amerika Serikat ketika masih anak-anak. Hari Selasa lalu, Hakim San Francisco memblokir sebuah program yang diusung saat masa pemerintahan Presiden Barrack Obama dimana telah melindungi para Dreamers.

Awal mulanya razia telah diberitahukan pada hari Rabu terhadap sekitar 98 toko 7-Eleven yang ada di 17 negara bagian serta District of Columbia mulai pukul 06.00 waktu setempat. ICE memberi waktu tiga hari untuk para pemilik serta manager toko agar bisa membuktikan pegawai mereka merupakan penduduk legal asli Amerika Serikat. Bila tidak, mereka akan terancam menghadapi hukuman sipil serta kriminal.

Indonesia Lantern yang merupakan media Indonesia mengatakan bahwa cukup banyak warga Indonesia yang tak mempunyai dokumen lengkap bekerja di beberapa toko 7-Eleven di New Jersey, Maryland Philadelphia, serta kota lainnya.

Mereka biasanya akan bekerja cukup berat, justru mesti membayar pajak, meskipun gajinya termasuk minim. Banyak di antaranya yang tidak betah lalu pindah bekerja ke tempat lain. 7-Eleven, yang ada di Irving, Texas, mempunyai sekitar 60.000 toko di 18 negara, 8.500 di antaranya terdapat di Amerika Serikat.

Razia pada 7-Eleven dilakukan pada sejumlah negara bagian New York, Missouri, Nevada, California, North Carolina, Colorado, Illinois, Delaware, Texas Florida, Indiana, Maryland, New Jersey, Michigan, Oregon, Pennsylvania, dan Washington.

BANDARQ ONLINE| BANDAR Q | BANDAR SAKONG

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *