Fredrich Yunadi Dan Dokter Bimanesh Dipanggil KPK Hari Ini

Fredrich Yunadi Dan Dokter Bimanesh Dipanggil KPK Hari Ini

Fredrich Yunadi Dan Dokter Bimanesh Dipanggil KPK Hari Ini

Liputan46 –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sudah menjadwalkan pemeriksaan pada sosok pengacara Fredrich Yunadi serta Bimanesh Sutarjo selaku dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Keduanya akan diperiksa dengan kapasitasnya sebagai tersangka.

Fredrich dengan Bimanesh adalah tersangka yang diduga telah merintangi penyidikan kasus korupsi mega proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto. Febri Diansyah selaku Juru Bicara KPK membenarkan bahwa telah mengagendakan pemeriksaan pada Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo, dua tersangka yang diduga telah merintangi proses hukum terhadap Novanto.

Febri meminta supaya nantinya Fredrich dan Bimanesh dapat memenuhi panggilan penyidik KPK, apalagi surat panggilan sudah dilayangkan dari hari Selasa lalu. Menurutnya, jika ada bantahan pada kasus ini, Fredrich dan Bimanesh dapat membantahnya saat dilakukan pemeriksaan.

Lantas pihaknya berharap agar kedua tersangka tersebut dapat datang untuk mematuhi proses hukum yang berlaku, bila ada bantahan maka bisa menyampaikannya kepada pihak penyidik. Tetapi Fredrich dan Bimanesh belum memastikan apakah akan hadir atau tidak untuk panggilan pemeriksaan perdana, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka.

Di sisi lain Sapriyanto Refa selaku kuasa hukum Fredrich menuturkan jika sampai saat ini belum dapat memastikan apakah kliennya akan memenuhi panggilan dari pihak penyidik KPK. Tetapi ia menyatakan bahwa segera menyambangi Gedung KPK hari ini.

Sampai berita ini diturunkan, ia tidak mengatakan apakah Fredrich akan memenuhi panggilan KPK. Fredrich dengan Bimanesh diduga sudah melakukan manipulasi data medis Novanto supaya bisa dirawat dalam menghindari pemeriksaan oleh KPK pada pertengahan bulan November 2017 lalu. Fredrich pun diduga sudah mengondisikan RS Medika Permata Hijau sebelum Novanto mengalami kecelakaan mobil yang menabrak tiang listrik.

Keduanya akan dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang sudah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Namun dari keterangan sebelumnya oleh Refa, memungkinkan bahwa Fredrich tidak akan memenuhi panggilan oleh KPK karena masih menunggu hasil apakah benar ia telah melanggar kode etik sebagai seorang pengacara.

DOMINOQQ | BANDAR SAKONG | BANDARQ ONLINE

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *