Fredrich Minta Disidang Etik Peradi Soal Status Tersangkanya

Fredrich Minta Disidang Etik Peradi Soal Status Tersangkanya

Fredrich Minta Disidang Etik Peradi Soal Status Tersangkanya

Liputan46 –  Fredrich Yunadi melalui Sapriyanto Refa yang merupakan kuasa hukumnya akan mengajukan sidang dugaan pelanggaran etik pada Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ketika mendampingi Setya Novanto. Pengajuan tersebut dilakukan usai Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Fredrich merupakan tersangka yang telah menghalangi proses penyidikan kasus korupsi.

Walaupun mengajukan sendiri, sampai saat ini kuasa hukum dan Fredrich belum menyatakan jika terdapat dugaan pelanggaran etika yang dilakukan ketika mendampingi Novanto. Refa menyatakan dengan diterapkannya Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang sudah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk Fredrich, adalah sebuah persoalan yang cukup serius.

Belum lagi, Fredrich dikatakan sudah memanipulasi data medis Novanto bersama dengan Bimanesh Sutarjo selaku dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, supaya Novanto dapat dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK saat pertengahan November 2017 lalu.

Bimanesh kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang menjalani pemeriksaan oleh KPK. Karena itu pihaknya ingin membuktikan ada atau tidaknya pelanggaran kode etik. Menurutnya jika ada pelanggaran hukum seperti itu maka pasti akan ada pelanggaran etik.

Refa mengatakan jika sidang pelanggaran kode etik akan dilakukan oleh Komisi Pengawas dan Dewan Kehormatan Peradi. Hingga saat ini, sidang pelanggaran kode etik Fredrich belum dilakukan karena tengah menunggu respons Peradi.

Refa juga berharap agar KPK memberikan kesempatan bagi Peradi melakukan pemeriksaan adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan Fredrich saat mendampingi Novanto ketika awal penyidikan korupsi proyek e-KTP. Atas perihal tersebut, Frederich belum akan datang memenuhi panggilan dari penyidik KPK.

Ia menyatakn jika nantinya pihaknya mengajukan dilakukan pemeriksaan pelanggaran kode etik, Komwas dapat melakukan pemeriksaan awal sebelum dapat diteruskan menuju Dewan Kehormatan Peradi. Refa tidak dapat memastikan berapa lama dilakukannya pemeriksaan etik tersebut. Sebelumnya, pihaknya telah mengirimkan surat ke KPK agar menunda pemeriksaan Fredrich. Mereka berharap pemeriksaan pada Fredrich ditunda hingga ada keputusan sidang kode etik yang sedang diproses oleh Komwas Peradi.

Saat ini, Fredrich yang seharusnya diperiksa sebagai tersangka yang idudga merintangi penyidikan kasus korupsi mega proyek e-KTP yang menjerat Novanto tidak hadir. Menurut Refa, pihaknya tengah menunggu jawaban dari pimpinan KPK atas surat yang sudah dikirim kemarin.

AGEN CAPSA | BANDARQ ONLINE| BANDAR Q

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *