Bendera ISIS Ditemukan Warga Di Masjid Mojokerto

Bendera ISIS Ditemukan Warga Di Masjid Mojokerto

Bendera ISIS Ditemukan Warga Di Masjid Mojokerto

Liputan46 –  Warga yang tinggal di Dusun Kedungpen, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Minggu lalu sempat digegerkan atas penemuan bendera kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

AKP Slamet Riyadi selaku Kapolsek Gondang mengatakan jika penemuan bendera yang berukuran 96×76 sentimeter tersebut ditemukan tengah terbungkus sebuah kantong kresek berwarna hitam di samping pintu masuk masjid Al Hidayah. Bukan hanya bendera, pada kantong tersebut pun ditemukan dua buah ikat kepala yang berukuran 89×6 sentimeter berlafal sama persis dengan bendera ISIS tersebut.

Slamet menyatakan jika bendera dan ikat kepala ISIS tersebut pertama kalinya ditemukan oleh Makhsun pada pukul 13.00 WIB. Ketika itu, Makhsun datang ke masjid dalam mengontrol para pekerja bangunan yang memang tengah bertugas untuk memperbaiki bagian Masjid.

Lalu ia melihat ada bagian kain hitam yang keluar dari kantong plastik. Kemudian ia segera memeriksanya dan ternyata bendera ISIS, namun saat ini barang temuan tersebut sudah diamankan. Slamet yang sempat menjabat sebagai Kapolsek Jatirejo ini menuturkan dari pemeriksaan beberapa saksi, bungkusan kantong plastik tersebut diduga telah berada di masjid selama satu minggu lamanya.

Muncul kecurigaan jika bendera ISIS itu ditinggalkan oleh sekelompok orang yang saat hari Minggu malam pekan lalu, yang menginap di Masjid Al Hidayah. Ia mengatakan bahwa saat itu ada sekitar enam orang yang menginap di sana, mereka diketahui mengendarai tiga unit sepeda motor dari Malang untuk pulang ke Lamongan.

Hingga saat ini, ada tiga orang yang dimintai memberikan keterangan di Polsek Gondang. Mereka yakni Makhsun sebagai orang yang menemukan bendera tersebut pertama kali, Syaiful yang merupakan takmir Masjid Al Hidayah dan Yusuf sang Imam Masjid.

Ketika enam orang tersebut akan menginap di masjid, mereka meminta izin kepada takmir masjid, lalu setelah salat Subuh, saudara Yusuf pun sempat mengobrol dengan mereka. Polisi tengah menyelidiki siapa pemilik bandera dan ikat kepala melalui organisasi terlarang tersebut. Slamet pun mengaku telah berkoordinasi kepada Sat intelkam Polres Mojokerto dalam melakukan penyelidikan.

AGEN CAPSA | BANDARQ ONLINE| BANDAR Q

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *