Setnov Dan Eks Bos Gunung Agung Pilih Bungkam Di Depan KPK

Setnov Dan Eks Bos Gunung Agung Pilih Bungkam Di Depan KPK

Setnov Dan Eks Bos Gunung Agung Pilih Bungkam Di Depan KPK

Liputan46 –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali akan melakukan pemeriksaan kepada Setya Novanto selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) nonaktif untuk penyidikan kasus dugaan korupsi mega proyek e-KTP dengan tersangka Anang Sugiana Sudihardjo selaku Direktur Utama PT Quadra Solution.

Novanto sendiri sudah datang memenuhi jadwal pemeriksaan pada pukul 09.45 WIB. Menggunakan kemeja putih berbalut rompi tahanan oranye, ketua umum nonaktif Partai Golkar itu tidak menggubris pertanyaan wartawan. Tidak beberapa lama, Made Oka Masagung selaku mantan bos PT Gunung Agung, terlihat tiba di Gedung KPK. Oka tidak buka suara ketika ditanya wartawan tentang kedatangannya hari ini. Kolega Novanto itu memilih segera masuk ke dalam gedung KPK.

Novanto, Oka, dan Anang sebelumnya diketahui mempunyai hubungan erat pada kasus korupsi yang ditaksir sudah merugikan negara sampai Rp2,3 triliun. Mereka bertiga sempat bertemu di rumah Novanto pada sekitar November 2011 dalam membicarakan modal awal untuk mengerjakan mega proyek e-KTP.

Ketika itu Anang datang dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong, almarhum Johannes Marliem selaku Direktur Biomorf Lone LLC dan juga Paulus Tanos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra. Saat itu, Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) tidak diberikan modal awal oleh Kementerian Dalam Negeri.

Usai mendengarkan keluhan para anggota Konsorsium PNRI tersebut, Novanto menyebut urusan modal akan dibantu Oka, yang juga pemilik Delta Energy Pte Ltd, perusahaan yang berbasis di Singapura. Novanto pun menyerahkan penyaluran jatah mega proyek e-KTP kepada anggota DPR untuk Oka.

Usai modal turun kepada PNRI, Anang dan Marliem segra menyerahkan fee kepada anggota DPR melalui Oka. Penyerahan uang dilakukan dalam dua tahap, setiap tahap dikirim US$3,5 juta oleh Anang serta Marliem ke rekening perusahaan Oka yang ada di Singapura.

Pihak penyidik KPK segera melengkapi berkas penyidikan Anang. Salah satu tersangka pada korupsi proyek pengadaan e-KTP itu ditahan mulai awal November 2017. Saat ini tinggal Anang dan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari yang belum dilimpahkan ke meja hijau kasus dugaan penerimaan suap tersebut.

QIUQIU | SAKONG ONLINE | DOMINO QQ ONLINE

Comments

comments

4 thoughts on “Setnov Dan Eks Bos Gunung Agung Pilih Bungkam Di Depan KPK

  1. I simply want to mention I’m all new to blogging and site-building and definitely loved your web-site. Probably I’m want to bookmark your site . You really come with great stories. Appreciate it for revealing your web site.

  2. I wanted to check up and allow you to know how , a great deal I valued discovering your web site today. I’d consider it the honor to do things at my workplace and be able to utilize the tips provided on your blog and also participate in visitors’ remarks like this. Should a position connected with guest writer become available at your end, make sure you let me know.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *