Trump Tawarkan Diri Jadi Mediator Sengketa Laut China Selatan

Trump Tawarkan Diri Jadi Mediator Sengketa Laut China Selatan

Trump Tawarkan Diri Jadi Mediator Sengketa Laut China Selatan

Liputan46 –  Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat belakangan menawarkan diri sebagai pihak mediator untuk dapat menyelesaikan kasus sengketa atas wilayah di Laut China Selatan. Trump menyatakan pada Tran Dai Quang selaku Presiden Vietnam ketika ia berkunjung ke Hanoi, Minggu kemarin bahwa ia bisa membantu mediasi maupun arbitrase karena dirinya merupakan seorang mediator yang baik.

Namun belum juga mendapatkan jawaban melalui Hanoi, beberapa pejabat di Vietnam menyatakan jika mereka telah mencapai konsensus terhadap China dalam mengatasi sengketa perairan pada wilayah Laut China Selatan. Sengketa pada Laut China Selatan tersebut awalnya bermula saat China menyatakan jika 90 persen wilayah pada perairan itu adalah miliknya. Klaim itu nyatanya tumpang tindih pada wilayah beberapa negara lain, seperti Filipina, Vietnam, Brunei, dan Malaysia.

Tawaran sama pun sepertinya akan dikatakan oleh Trump ketika mengadakan pertemuan bilateral terhadap Rodrigo Duterte selaku Presiden Filipina. Tetapi ternyata tawaran tersebut segera ditolak oleh Alan Peter Cayetamo selaku Menteri Luar Negeri Filipina, dimana sebelumnya mengatakan banyak terima kasih untuk inisiatif dari Trump.

Tetapi sejumlah negara yang mempunyai klaim mesti menjawab untuk sebuah kesatuan, bukan sebagai diri sendiri disebabkan mediasi dapat melibatkan seluruh negara pengklaim maupun tidak. Duterte sendiri diberitakan sudah membicarakan tentang sengketa tersebut kepada Xi Jinping selaku Presiden China, ketika bertemu dalam sela konferensi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang digelar di Vietnam akhir pekan kemarin.

Duterte mengatakan jika semua pihak mempunyai hak dalam melakukan pelayaran secara aman. Itu pun berlaku bagi seluruh negara. Walaupun demikian, beberapa pengamat menyatakan jika Xi mengucapkan janji seperti China merupakan pengendali perairan dimana telah mengizinkan negara lain agar dapat melintas pada wilayah mereka.

Bila demikian, berarti pernyataan Duterte cukup berbeda pada pernyataan yang ia katakan sebelum APEC. Minggu lalu, ia menyatakan akan mempertahankan klaim dari Filipina di LCS. Pendekatan dari Duterte pada China cukup membuat publik menjadi bertanya-tanya. Usai pihak Pengadilan Arbitrase Tetap (PCA) menyatakan jika klaim China sebesar 90 persen adalah wilayah China tidak sah, dan kini Filipina sebagai pihak penuntut justru berniat mengajak berunding.

BANDAR DOMINO | BANDARQ TERPERCAYA | JUDI ONLINE

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *