Saudi Tuduh Lebanon Deklarasi Perang RI Waspada Situasi WNI

Saudi Tuduh Lebanon Deklarasi Perang RI Waspada Situasi WNI

Saudi Tuduh Lebanon Deklarasi Perang RI Waspada Situasi WNI

Liputan46 –  Belakangan ini Kementerian Luar Negeri RI sedang fokus untuk mengamati mengenai kondisi dan situasi dari warga Indonesia (WNI) serta keamanan di Lebanon, setelah adanya pernyataan dari Thamer al-Sabhan selaku Menteri Urusan Teluk Arab Saudi dimana mengatakan jika Lebanon sudah menyatakan deklarasi perang kepada Arab Saudi. Pernyataan itu juga diikuti atas pemberlakuan travel warning maupun larangan bepergian kepada warga di Saudi ke Lebanon.

Saat ini selain mengamati perkembangan seluruh situasi disana, Kementerian Luar Negeri RI, terus melakukan langkah antisipasi, seperti dengan melakukan pendataan ulang kepada seluruh WNI yang saat ini ada di Lebanon, kemudian akan mengintensifkan komunikasi kepada Kedutaan Besar RI yang ada di Beirut.

Kini ada sekitar 155 WNI yang tinggal di Lebanon. Jumlah tersebut juga termasuk sejumlah keluarga dari staf KBRI yang ada di Beirut ditambah pelajar maupun mahasiswa. Kemudian ada juga sekitar 1.296 anggota dari Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang datang dari Indonesia dan saat ini tengah bernaung di bawah misi dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Dari hasil yang diberitakan oleh Kementerian Luar Negeri, bahwa untuk keamanan Lebanon bukan cuma penting untuk seluruh WNI di Lebanon, namun juga bagi sekitar seribu WNI yang saat ini tengaj berada di Suriah. Hal tersebut karena Lebanon adalah satu-satunya pintu keluar yang cukup aman dari Suriah. Ketika terjadinya konflik di Suriah tahun 2012 sampai 2014, sedikitnya ada tujuh ribu tenaga kerja wanita (TKW) yang ada di Suriah, kemudian dievakuasi ke Lebanon kemudian segera ditampung oleh KBRI Beirut, sebelum kemudian diterbangkan ke tanah air.

Saad Hariri selaku Perdana Mentri Lebanon sendiri telah mengumumkan pengumuman yang mengejutkan atas pengunduran dirinya hari Sabtu lalu. Hariri menyatakan jika nyawanya cukup terancam. Mantan PM Lebanon tersebut saat ini diyakini tengah bersembunyi di Saudi. Sementara itu Michel Aoun selaku Presiden Lebanon percaya jika Hariri sudah diculik dari Saudi. Ia pun menduga Hariri sudah diberikan impunitas melalui Kerajaan Arab Saudi.

Sebelumnya, Thamer al-Sabhan selaku Menteri Urusan Teluk Arab Saudi, dimana mengatakan jika Lebanon sudah menyatakan deklarasi perang kepada Arab Saudi, Minggu kemarin. Sebaliknya pemimpin dari Hizbullah di Lebanon mengatakan bahwa Arab Saudi-lah yang sudah membunyikan genderang perang, pada Jumat kemarin.

BANDAR DOMINO | BANDARQ TERPERCAYA| JUDI ONLINE

Comments

comments

One thought on “Saudi Tuduh Lebanon Deklarasi Perang RI Waspada Situasi WNI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *