Proses Penggantian Panglima TNI Dinilai Mendesak

Proses Penggantian Panglima TNI Dinilai Mendesak

Proses Penggantian Panglima TNI Dinilai Mendesak

Liputan46 –  Belakangan ini koalisi dari masyarakat sipil meminta supaya Presiden RI Joko Widodo dapat memproses digantinya Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI Jenderal dimana sudah memasuki masa bakti dan mendekati pensiun. Gatot sudah menjabat sebagai panglima TNI dari 8 Juli tahun 2015, kemudian segera memasuki masa pensiun tahun 2018 yang akan datang.

Gufron Mabruri selaku Wakil Direktur Imparsial mengatakan bahwa terdapat tiga alasan kenapa proses tersebut mesti segera dilakukan. Yang pertama, jika mengacu terhadap Undang-undang (UU) TNI bahwa digantinya panglima mesti mendapatkan persetujuan dari DPR. Atas pengajuan nama calon untuk pengganti Gatot mulai saat ini pastinya dapat memberikan keleluasaan bagi DPR untuk mencermati profil sejumlah kandidat sebelum diberikan keputusan.

Ia menuturkan bila proses mencari figur bagi panglima baru TNI dapat dimulai dari saat ini, nantinya masyarakat bisa turut terlibat, serta bisa memberi masukan untuk setiap calon. Kemudian juga dapat membantu proses dalam transisi maupun manajerial pada organisasi dalam Mabes TNI.

Dalam kesempatan tersebut Indra Listiantara selaku peneliti di Setara Institut berharap supaya pemerintah dapat memastikan sosok yang diusung agar dapat mengganti Gatot sebagai seorang jenderal yang dapat menjadikan institusi pertahanan negara tersebut semakin profesional dan tidak turut berpolitik maupun berkompetensi, serta tunduk terhadap perintah dari otoritas sipil.

Ditambah saat kondisi politik Indonesia tahun 2018 akan diselenggarakan Pilkada serentak 2018, serta Pilpres tahun 2019. Dalam dinamika politik tersebut akan memerlukan sosok panglima TNI baru yang bersikap tegas serta dapat menjaga profesionalisme dari militer. Untuk proses pergantian, sebagai seorang Panglima yang tertinggi maka Jokowi juga tidak boleh terlepas melalui inti kepada fungsi TNI saat membangun sektor pertahanan Indonesia.

Ia menuturkan jika mengutip dari Pasal 13 ayat 4 Undang-undang (UU) TNI dimana menyatakan jika Panglima TNI bisa dijabat dengan bergantian melalui perwira tinggi yang aktif melalui seluruh angkatan yang tengah atau sudah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan. Mengenai orang yang nantinya dapat menggantikan Gatot sebagai Panglima TNI, Fugron mengatakan jika figur tersebut datang melalui dari Angkatan Udara atau Laut.

AGEN DOMINO | BANDARQ | ADUQ ONLINE

Comments

comments

One thought on “Proses Penggantian Panglima TNI Dinilai Mendesak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *