Hari Jombloh 2017 Memecahkan Rekor Belanja Online

Hari Jombloh 2017 Memecahkan Rekor Belanja Online

Hari Jombloh 2017 Memecahkan Rekor Belanja Online

Liputan46 –  Alibaba yang merupakan sebuah perusahaan e-commerce besar dari China, kemarin telah memecahkan rekor dengan total penjualan tertinggi hanya dalam satu hari pada Sabtu lalu. Jack Ma yang memimpin perusahaan tersebut akhirnya berhasil mendapatkan hasil penjualan sebesar US$18 miliar atau sebesar Rp243 triliun hanya dengan 13 jam untuk perayaan Singles Day atau Hari Jomblo.

Nilai itu sendiri sudah melampaui penjualannya pada tahun lalu yakni hanya sebesar US$17,8 miliar dengan tenggang waktu selama 24 jam. Singles Day sendiri merupakan sebuah perayaan informal di China bagi mereka yang tidak mempunyai pasangan. Tanggal 11-11 dipilih untuk mewakili semangat itu.

Dari tahun 2009, Alibaba mengubah hari tersebut sebagai hari belanja khusus namun ditambah sejumlah diskon layaknya Hari Belanja Nasional di Indonesia. Dari catatan CNN Money, penjualan pada tanggal 11-11 tersebut telah melebihi total dari penjualan Black Friday serta Cyber Monday dimana digelar di Amerika Serikat.

Dari riset sebuah perusahaan yakni e-Marketer Retail, Alibaba sendiri sudah berhasil menggunakan acara tersebut agar memancing sejumlah perusahaan internasional agar turut mengambil bagian. Sekitar 40 persen merek yang digunakan pada Single Day tahun ini datang dari luar China. Walaupun target pasar Single Day mayoritas untuk para penduduk China, namun belakangan ini konsumen dari luar negeri pun ikut kecipratan dalam kemeriahan hari itu.

Sejumlah situs belanja yang ada di Asia Tenggara seperti Zalora, Lazada, maupun Shopee pun turut merayakan acara Singles Day tahun ini yang mengeluarkan program promosi mereka sendiri. Bukan cuma menyebar ke sejumlah negara lain, Singles Day pun tengah berevolusi agar bukan hanya memakai jaringan internet, namun juga pada toko tradisional.

Hal tersebutlah yang dilakukan oleh Alibaba serta rival beratnya yakni JD.com, yakni memakai kepopuleran dari Singles Day dalam mendorong semakin banyak orang agar dapat belanja ke toko offline mereka pula. Dari balik kesuksesan dari Singles Day, Greenpeace mengatakan jika acara tersebut pun telah memproduksi sampah dengan jumlah besar.

Mulai dari produksi dan pengemasan sampai pada proses pengiriman barang yang berkaitan pada momen itu sudah menghasilkan emisi karbon dioksida yakni 258.000 ton tahun 2016 lalu. Akhirnya memerlukan sekitar 2,6 miliar pohon agar dapat menyerap karbon itu. Atas kesuksesan yang cukup besar tahun ini, grup aktivis alam sendiri telah memperkirakan bahwa jejak karbon yang ditinggalkan pastinya akan semakin besar.

QIUQIU  | SAKONG ONLINE | DOMINO QQ ONLINE

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *