Menlu AS Ditantang Oleh Donald Trump Untuk Tes IQ

Menlu AS Ditantang Oleh Donald Trump Untuk Tes IQ

Menlu AS Ditantang Oleh Donald Trump Untuk Tes IQ

Liputan46 Р Donald Trump yang merupakan Presiden Amerika Serikat telah menantang Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Rex Tillerson untuk mengadu tes inteligensi (IQ). Ia sangat yakin bahwa nilai IQ-nya akan lebih tinggi dibandingkan dengan menterinya tersebut. Hal tersebut kemudian disampaikan oleh Trump sesaat setelah Tillerson memberitakan dengan menyebut Trump bodoh. Saat diwawancara majalah Forbes, Trump sempat ditanya atas pemberitaan pekan lalu bahwa Tillerson sudah menghina dirinya dengan menyebutnya bodoh.

Trump sudah beberapa kali menyatakan mengenai kecerdasannya. Pada tahun 2016, ia juga menantang Wali Kota London Sadiq Khan untuk dapat membandingkan tes IQ saat Khan menolak dalam pandangan Trump mengenai Islam. Trump juga sempat mengklaim bahwa dirinya punya IQ yang lebih tinggi daripada pendahulunya yakni mantan Presiden George W. Bush serta Barack Obama, dan semua staf di Gedung Putih.

Sesaat setelah wawancara itu, Sarah Huckabee Sanders selaku juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa Trump bukan menganggap Tillerson bodoh dan itu hanyalah sebuah candaan saja. Sebelumnya media-media AS sudah melaporkan terjadinya ketegangan dari Trump serta Tillerson yang merebak dalam belakangan ini. Keduanya sering berbeda pendapat atas beberapa isu penting, termasuk salah satunya Korea Utara dan Iran. Tetapi Trump bersama pejabat pemerintahannya di depan publik telah membantah bahwa pemberitaan atas ketegangan antara keduanya.

Sebelumnya Tillerson juga telah menggelar konferensi pers dalam membahas pemberitaan NBC yang menyatakan bahwa dirinya menyebut Trump bodoh pada sebuah rapat yang dilaksanakan di Departemen Pertahanan. Ia telah membantah bahwa dirinya pernah dalam mempertimbangkan agar mundur, tetapi ia tidak membantah ataupun sekedar membenarkan sudah menyebut Trump itu bodoh.

Dalam kesempatan itu ia mengatakan bahwa ada pertimbangan dalam pikirannya untuk mundur. Ia telah bertugas karena adanya penunjukan presiden dan ia ada di sini selama presiden menganggap dirinya dapat berguna dalam mencapai tujuan-tujuannya. Saat ditanya wartawan apakah ia telah menyebut Trump ‘bodoh’, tampaknya Tillerson tidak membantah ataupun membenarkannya. Ia hanya mengatakan tidak akan berurusan dengan hal kecil seperti itu.

BANDAR DOMINO | BANDARQ TERPERCAYA | JUDI ONLINE

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *