AS Minta Agar Aset Pribadi Kim Jong Un Dibekukan

AS Minta Agar Aset Pribadi Kim Jong Un Dibekukan

AS Minta Agar Aset Pribadi Kim Jong Un Dibekukan

Liputan46 –  Pertikaian antara dua negara dan dua pemimpin yakni Presiden Amerika Donald Trump dengan Korea Utara Kim Jong Un sepertinya kian hari kian memanas. Kedua negara saling mencoba dan mempraktekkan rudal dan bom yang mereka miliki untuk menunjukkan kekuatan dari masing-masing negara. Bila kedua negara terlibat perang, bisa dipastikan perang dunia ketiga akan terjadi.

Beberapa waktu lalu Trump sempat kesal kepada Korut karena mencoba serangan bom nuklirnya yang melewati langit Jepang dan dianggap bom tersebut sangat berbahaya. Bahkan atas tindakannya yang sering mencoba bom nuklirnya, Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB ) telah memberi sanksi bagi Korut atas tindakannya dan telah meminta Kim Jong Un menghentikan aksi percobaan nuklir tersebut karena terlalu berbahaya.

Sementara Trump kini memberi usul untuk membekukan seluruh aset pribadi yang dimiliki Kim Jong Un yang ia punya. Bahkan Trump pun meminta agar menghentikan seluruh pasokan minyak ke Korut atas tindakannya tersebut. Amerika pun mengusulkan untuk memberi sanksi bagi Korut terhadap negara Komunis yang dipimpin Kim Jong Un atas peluncuran nuklir yang terus berulang yang sangat berbahaya dampaknya bagi manusia.

Namun disisi lain Korut menyatakan bahwa kini pihaknya sudah mengembangkan sebuah bom berisi hidrogen yang punya daya ledak sangat kuat untuk membom Amerika. Atas sanksi yang diberikan PBB kepada Korut, beberapa waktu lalu Korut mengalami kerugian sebesar 1 miliar dollar Amerika atas larangan untuk mengekspor batu bara dari Korut tapi jalur perdagangan lainnya masih dibuka.

Rencananya rancangan proposal yang disusun Amerika meminta untuk menghentikan seluruh penjualan minyak ke Korut dan juga menghentikan ekspor industri tekstil. Usulan pembekuan aset Kim Jong Un juga turut diusulkan dan ada larangan perjalanan bagi seluruh pejabat dari Korea Utara namun Amerika akan dapat tantangan Rusia dan China yang memasok minyak ke Korut apalagi kedua negara punya hak veto dalam PBB.

Sementara Vladimir Putin selaku Presiden Rusia menyatakan bahwa tak seharusnya Korut disudutkan dan tak pantas ditanggapi. Ia akan tetap memasok minyak untuk Korut sekitar 40.000 ton. Dan China adalah mitra dagang yang paling besar untuk Korut dan AS yang mendukung sanksi yang diberikan kepada Korut dan Kim Jong Un, tapi Rusia dan China berharap adanya solusi lain dalam perihal ini.

AGEN DOMINO | AGEN CAPSA | BANDAR DOMINO

Comments

comments

10 thoughts on “AS Minta Agar Aset Pribadi Kim Jong Un Dibekukan

  1. Thank you a lot for sharing this with all people you really recognise what you’re speaking approximately! Bookmarked. Please additionally talk over with my web site =). We may have a hyperlink exchange agreement between us!

  2. I would like to thnkx for the efforts you’ve put in writing this web site. I’m hoping the same high-grade site post from you in the upcoming as well. Actually your creative writing skills has inspired me to get my own blog now. Really the blogging is spreading its wings quickly. Your write up is a good example of it.

  3. Attractive section of content. I just stumbled upon your web site and in accession capital to assert that I acquire in fact enjoyed account your blog posts. Any way I will be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently quickly.

  4. I was just searching for this information for a while. After six hours of continuous Googleing, at last I got it in your web site. I wonder what’s the lack of Google strategy that do not rank this kind of informative web sites in top of the list. Usually the top sites are full of garbage.

  5. You actually make it appear so easy along with your presentation however I find this matter to be really one thing that I think I might by no means understand. It kind of feels too complicated and extremely extensive for me. I am having a look forward to your subsequent submit, I¡¦ll attempt to get the cling of it!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *