Singapura Minta Dilibatkan Dalam Pemberantasan ISIS Di Asia Tenggara

Singapura Minta Dilibatkan Dalam Pemberantasan ISIS Di Asia Tenggara

Singapura Minta Dilibatkan Dalam Pemberantasan ISIS Di Asia Tenggara

Liputan46 – ┬áBapak Wiranto Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan bertemu, Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, pada hari Jumat 11 Agustus 2017.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas mengenai penguatan kerja sama di berbagai bidang, salah satunya dalam pemberantasan terorisme.

Menurut Pak Wiranto,Menteri Teo Chee Hean meminta agar Singapura dilibatkan dalam upaya menanggulangi masalah ISIS yang ada di Asia Tenggara, khususnya yang sedang terjadi di Marawi, Filipina Selatan. Kata pak Wiranto Sebab, gejolak yang terjadi di Marawi juga memiliki dampak terhadap Negara Singapura.

Pak Wiranto menjelaskan Hari ini dia banyak bicara dengan Menteri Teo Chee Hean tentang bagaimana keterlibatan Singapura sebenarnya dalam urusan Marawi kata Wiranto menjelaskan saat memberikan keterangan usai pertemuan.

Singapura merasa ada impact di dalam kegiatan ISIS di Marawi tersebut itu sampai di Singapura karena Jamaah Islamiyah ada sebagainya juga yang diSingapura, kata Menteri Teo Chee Hean menjelaskan hal tersebut saat berbicara kata Pak Wiranto.

Di sela-sela pertemuan itu Menteri Teo Chee Hean juga meminta hasil dari Sub Regional Cooperation Meeting on Fighting Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism, di Manado, Sulawesi Utara,pada hari Sabtu 29 Juli 2017 lalu kata Pak Wiranto.

Pertemuan tersebut digagas karena adanya kekhawatiran gejolak ISIS di Marawi berpotensi menyebar ke negara-negara lain di sekitar Filipina kata Menteri Teo Chee Hean kepada Pak Wiranto.

Sejumlah negara hadir di Manado untuk membicarakan persoalan pergejolak di Marawi yakni Australia, Selandia Baru, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Indonesia dan Filipina sendiri juga datang dipertemuan tersebut kata Pak Wiranto.

Singapura juga minta untuk agar dia dapat diberikan satu penjelasan yang selengkap-lengkapnya tentang hasil pertemuan sub regional melawan terorisme di Manado itu dan tadi, sudah saya sampaikan lengkap, cara lengkap kata Pak Wiranto.

Bapak Wiranto menjelaskan bawha mereka melakukan antisipasi gejolak di Marawi terbagi dalam beberapa aspek, yakni kerja sama dengan siber untuk perluasan wilayah patroli maritim bersama dan pertukaran informasi antara negara mengenai masalah ISIS.

Selain itu akan dibahas juga mengenai cara-cara menangani warga negara yang bergabung dengan ISIS dan menjadi foreign terrorist kata wiranto menjelaskan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *