Polisi Dinilai Lambat Tangani Kasus Pencabulan Siswi TK Di Bogor

Polisi Dinilai Lambat Tangani Kasus Pencabulan Siswi TK Di Bogor

Polisi Dinilai Lambat Tangani Kasus Pencabulan Siswi TK Di Bogor

Liputan46 – ┬áMenangani kasus dugaan pencabulan terhadap salah satu siswi di TK Mexindo, Bogor, Jawa Barat, berinisial QZ 4 tahun 5 bulan sangat lamban.

Arist mengatakan kalau keluarga korban sebelumnya sudah mengadu ke Komnas PA atau Komisi Nasional Perlindungan Anak pada bulan Juli 2017 yang Saat itu kata Arist pihak keluarga datang dan melaporkan bahwa anaknya diduga mengalami kejahatan seksual yang dilakukan oleh salah seorang yang berstatus pegawai negeri sipil atau PNS yang berinisial U.

Dilaporkannya ke polisi kan bulan Mei 2017, tetapi sampai sekarang Agustus belum ada kejelasan. Waktu mengadu ke kami Komnas PA atau Komisi Nasional Perlindungan Anak itu ibu korban mengeluh karena tidak mendapat penanganan yang maksimal kata Arist saat dihubungi pada hari Senin 21 Agutus 2017.

Padahal kata Arist dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menyebutkan batas waktu maksimal penanganan perkara tersebut adalah 30 hari kata Arist.

Arist menambahkan pihaknya sejauh ini sudah memberikan assessment berupa trauma healing kepada korban serta mendampingi pihak keluarga korban melapor ke kepolisian kata Arist menjelaskan.

Dari hasil perbincangannya dengan pihak kepolisian, saat itu disebutkan bahwa kasus tersebut akan diusut termasuk memeriksa terduga pencabulan yang merupakan salah satu penjaga sekolah berinisial U untuk dilakukan tes lie detector.

Tetapi sampai hari ini masih ada keluhan dari pihak keluarga, ternyata polisi belum mendapatkan bukti-bukti yang cukup untuk diajukan ke jaksa penuntut umum. Ini yang membuat komplain keluarga itu kata Arist menuturkan.

Seperti minimal ancaman 10 tahun dan maksimal 20 tahun sesuai dengan Pasal Undang-undang 17 Nomor 2016 dan kita akan terus pantau kondisi korban kata Arist memaparkan

Masih dalam penanganan penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Satreskrim Polresta Bogor Kota dan sedang dilakukan penyidikan secara mendalam untuk mendapatkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum kata Ulung.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *