Pesan Sri Mulyani Tentang Ekonomi RI Di Level 5%

Pesan Sri Mulyani Tentang Ekonomi RI Di Level 5%

Pesan Sri Mulyani Tentang Ekonomi RI Di Level 5%

Liputan46 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia di hadapan ratusan mahasiswa dari sejumlah universitas. Para mahasiswa ini ada yang hadir di lokasi acara, Kantor Pusat Ditjen Pajak, dan ada pula yang mengikuti lewat video conference kata Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh dan berada di level 5%. Namun, Sri Mulyani Indrawati berpesan capaian itu jangan langsung dibanggakan kata Sri Mulyani Indrawati memjelaskan.

Jadi enggak boleh bangga, lihat ke belakang lihat wajah Soekarno-Hatta, harus sedih kata Sri Mulyani Indrawati. Korea Selatan yang tadinya sama miskinnya dengan kita, sekarang sudah maju. Makanya kita harus terus menerus belajar, apa yang membuat kita tidak bisa lari lebih cepat dan inilah tantangan kita, kata Sri Mulyani Indrawati di Kantor Pusat Ditjen Pajak, pada hari Jumat 11 Agustus 2017.

Sebab, menurut Sri Mulyani Indrawati , indeks pembangunan manusia di Indonesia skornya masih 70,18. Jika dalam pelajaran nilai itu setara dengan ‘B’. Tidak hanya itu, dari sisi pengeluaran per kapita per tahun, Indonesia hanya sekitar Rp 10.420.000 atau menduduki peringkat 70 di dunia, dan lebih rendah dibanding Malaysia yang sudah Rp 80 juta per tahun atau Singapura Rp 92,5 juta per tahun kata Sri Mulyani Indrawati menjelaskan.

Kalau dibanding negara lain, kita patut untuk merasa belum cukup baik,kata Sri Mulyani Indrawati menurutkan.

Selain itu, Indonesia juga masih tertinggal di sektor pendidikan, padahal pendidikan padahal kita telah melakukan dan menjadi upaya agar masyarakat menjadi aset yang berguna bagi negara. Sri Mulyani Indrawati mengutip data Programme for International Student Assessment Indonesia di 2015. Data ini menunjukkan peringkat dan capaian nilai pelajar yang menguasai matematika, membaca Indonesia berada di posisi ke enam terbawah dari 69 negara kata Sri Mulyani Indrawati.

Makanya, kami keluarkan anggaran untuk mulai bangun sekolah-sekolah vokasi yang bagus, untuk bisa sekolah dan jadi cerdas, serta harus mendapatkan kesehatan sejak di dalam perut ibunya kata lanjut Sri Mulyani Indrawati.

Ketertinggalan Indonesia, kata Sri Mulyani juga terlihat dari gap antara pendapatan dengan pembangunan infrastruktur dan Indeks infrastruktur Indonesia masih di bawah Malaysia, Vietnam, Thailand, bahkan India.

Sejak Indonesia merdeka dibanding negara setara dengan kita indeks infrastrukturnya ada di bawah untuk negara yang dengan pendapatan mendekat US$ 4.000 per kapita. Artinya, Indonesia kurang membangun sehingga ekonomi dan masyarakatnya tidak mampu memiliki infrastruktur seperti yang dimiliki negara lain kata Sri Mulyani Indrawati, terang mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Sekarang, pemerintah mengebut pembangunan infrastruktur, bukan hanya infrastruktur berat seperti jalan, jembatan, bendungan, melainkan juga infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi.

Jadi 2 investasi di bidang infrastruktur dan pendidikan, Indonesia harus melakukan ini, papar dia.

Kendati demikian, salah satu upaya pemerintah untuk mengejar ketertinggalan tersebut melalui sadar akan pajak. Sebab, pajak merupakan instrumen mencapai keadilan dan kemakmuran, serta sebagai modal pembiayaan pembangunan nasional.

“Jadi mulai dari diri anda, kalau anda tidak peduli republik ini. Jangan harap orang lain peduli dengan negara anda, care saja enggak, apalagi respect,kata Sri Mulyani Indrawati menjelaskan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *