Menteri Susi Melaporkan Ketua Organisasi Nelayan Ke Polisi

Menteri Susi Melaporkan Ketua Organisasi Nelayan Ke Polisi

Menteri Susi Melaporkan Ketua Organisasi Nelayan Ke Polisi

Liputan46 – ┬áMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melaporkan Ketua Umum Front Nelayan Indonesia Rusdianto Samawa Tarano Sagarino ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua Front Nelayan Indonesia Sutia Budi. Dia mengatakan, laporan oleh Susi terkonfirmasi setelah dirinya menanyakan kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim.

Rusdianto dilaporkan oleh Susi Pudjiastuti lewat laporan polisi bernomor LP/664/VII/2017/Bareskrim pada tangagal 6 Juli 2017.Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melaporkan Rusdianto ke Bareskrim, kata Sutia saat dikonfirmasi, pada hari Kamis 10 Agustus 2017.

Sutia pun mengatakan, Rusdianto telah mendapatkan surat panggilan dari polisi bernomor S.Pgl/134/VIII/2017/Dittipidsiber yang telah ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigadir Jenderal Fadil Imran untuk memenuhi pemeriksaan pada hari ini, pukul 10.00 WIB.

Dalam surat itu, Rusdianto Samawa Tarano Sagarino dituduh melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui akun media sosial Facebook miliknya Rusdianto Samawa Tarano Sagarino’ dan akun Youtube Rusdianto Samawa kata Fadil Imran.

Rusdianto juga dituduh telah melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Namun, Sutia mengatakan kalau Rusdianto Samawa Tarano Sagarino tidak memenuhi panggilan tersebut karena tengah dalam kondisi kurang sehat dan telah mendapatkan rekomendasi dokter untuk beristirahat kata Sutia Budi menjelaskan.

Sutia mengatakan pihaknya telah mendatangi Dittipidsiber Bareskrim bersama 14 anggota Tim Pembela Aliansi Nelayan Indonesia untuk mengajukan permohonan penjadwalan ulang waktu pemeriksaan.

Kami yang mendampingi Bung Rusdianto Samawa Tarano Sagarino sebanyak 14 kuasa hukum, mengajukan permohonan pengunduran waktu pemeriksaan karena beliau sedang sakit dan perlu istirahat. Kami berharap pengunduran waktu bisa minggu depan, kata Rusdianto Samawa Tarano Sagarino.

Liputan46.com telah mencoba mengonfirmasi kepada Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigadir Jenderal Fadil Imran terkait surat yang Fadil Imran diberikan kata Sutia. Namun pihak bersangkutan belum juga menanggapi hingga berita ini diturunkan kata Fadil Imran menjelaskan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *