Menolak Pasang Bendera Merah Putih Minimarket Di Ngawi Ditutup

Menolak Pasang Bendera Merah Putih Minimarket Di Ngawi Ditutup

Menolak Pasang Bendera Merah Putih Minimarket Di Ngawi Ditutup

Liputan46 – ┬áKepala Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur atau Jatim, Subandono memimpin warganya menutup satu minimarket yang berada di Jalan Raya PG Soedono Ngawi-Maospati, Desa Geneng, Kecamatan Geneng di karena minimarket tersebut tidak mau memasang bendera merah putih kata Subandono menjelaskan.

Penutupan dilakukan Subandono selaku memimpin warga di daerah tersebut menyusul tidak ada satupun bendera merah putih atau umbul-umbul yang dikibarkan oleh minimanket Padahal, menurut Subandono, memasang bendera merah putih menjelang perayaan HUT RI itu wajib bagi warga negara yang menghormati para pahlawan kata Subandono menuturkan.

Ketua RT dan warga sekitar sudah memperingatkan kepada pihak minimarket agar memasang bendera merah putih tapi tidak dihiraukan juga. Makanya saya pimpin langsung warga untuk menutup minimarket itu kata Subandono saat dihubungi liputan46.com,pada hari Selasa 15 Agustus 2017 malam.

Subandono sangat menyayangkan pemilik minimarket yang enggan memasang bendera merah putih. Kekecewaannya Subandono makin memuncak tatkala mengetahui karyawan minimarket itu belum memasang bendera merah putih karena belum ada perintah dari atasannya kata Subandono menuturkan.

Sebenarnya, sambung Subandono, imbauan pemasangan bendera merah putih dan umbul-umbul sudah disampaikan jauh hari kepada manajemen minimarket tersebut kata Subandono menjelaskan.

Sesuai edaran Pemkab Ngawi, pemasangan bendera dilakukan sejak 24 Juli 2017 lantaran sekaligus memperingati hari jadinya Kabupaten Ngawi kata Subandono.

Begitu mendapat edaran itu Subandono sudah beritahukan kepada warga dan mereka langsung membeli bendera untuk dipasang di depan rumah masing-masing. Bahkan warga kami yang tinggal di dalam pelosok karena rasa cinta tanah air juga memasang bendera merah putih, kata Subandono menuturkannya.

Subandono menjelaskan, tidak dipasangnya bendera merah putih menunjukkan pemiliknya tidak memiliki rasa cinta pada tanah air. Menurutnya, bila pemilik belum memerintahkan memasang bendera merah putih semestinya karyawannya patungan membeli bendera itu sendiri.

Tadi sempat kami tanya mengapa mereka belum pasang bendera merah putih. Alasannya menunggu pimpinan. Padahal mereka bisa patungan untuk membeli bendera tanpa harus menunggu perintah pimpinannya, kata Subandono menjelaskan.

Setelah ditutup warga, karyawan minimarket itu akhirnya memasang bendera merah putih. Subandono mengharapkan peristiwa itu tak terulang lagi ke depannya.

Comments

comments

3,651 thoughts on “Menolak Pasang Bendera Merah Putih Minimarket Di Ngawi Ditutup