Marisi Matondang Mantan Anak Buah Nazaruddin Divonis 4 Tahun Penjara

Marisi Matondang Mantan Anak Buah Nazaruddin Divonis 4 Tahun Penjara

Marisi Matondang Mantan Anak Buah Nazaruddin Divonis 4 Tahun Penjara

Liputan46 – ┬áDirektur PT Mahkota Negara Marisi Matondang dituntut 4 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Mantan anak buah dari Muhammad Nazaruddin tersebut juga dituntut untuk membayar denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan, Majelis jaksa menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara bersama-sama kata jaksa KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi Ronald Worotikan di Pengadilan Tipikor Jakarta,pada hari Senin 21 agustus 2017.

Meski demikian hakim mengatakan kalau Marisi dianggap tidak mendapat keuntungan dalam pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana atau RS PKIP Unud kata Ronald Worotikan.

Selain itu dalam kasus ini kerugian negara telah dikembalikan kata hakim dan juga kemudian Marisi telah bertindak sebagai saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum atau justice collaborator kata hakim.

Menurut Ronald Worotikan, Marisi terbukti juga ikut masuk didalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas atau RS PKIP Unud. Menurut Ronald Worotikan perbuatan yang dilakukan Marisi diduga menyebabkan kerugian negara sebesar senilai Rp 7 miliar.

Dalam kasus tersebut juga Marisi menurut pernyataan Ronald Worotikan, Marisi serta bersama-sama dengan pejabat pembuat komitmen dalam proyek alkes dan Made Meregawa , pemilik Permai Grup Muhammad Nazaruddin melakukan rekayasa dalam proses pengadaan alkes RS PKIP Unud atau pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana tahun anggaran 2009.

Menurut penjelasan Ronald Worotikan selaku jaksa KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi rekayasa yang dilakukan oleh PT Mahkota Negara agar ditetapkan menjadi pemenang lelang dengan cara mencari dan mengusulkan nama perusahaan yang bakal peserta lelang yang akan menjadi pendamping PT Mahkota Negara kata Ronald Worotikan menjelaskan.

Selain itu, Marisi juga terlibat dalam merekayasa dokumen administrasi dan surat penawaran harga dari perusahaan pendamping. Kemudian memengaruhi panitia pengadaan untuk menyusun harga perkiraan sendiri atau HPS berdasarkan data dan harga dari PT Mahkota Negara.

Dalam prosesnya Marisi juga memengaruhi panitia lelang dengan cara melibatkan pegawai Permai Grup dalam proses evaluasi penawaran, serta membuat dan menandatangani berita acara serah terima barang/pekerjaan yang fiktif kata Ronald Worotikan.

Hal itu dilakukan dengan tujuan agar pembayaran pekerjaan pengadaan alkes dibayarkan 100 persen, walau tidak sesuai prestasi pekerjaan yang sebenarnya kata Ronald Worotikan.

Menurut penjelasan Ronald Worotikan selaku jaksa perbuatan Marisi telah memperkaya PT Mahkota Negara sebesar Rp 5,4 miliar. Sesuai perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK, perbuatan itu telah merugikan negara Rp 7 miliar.

Atas perbuatan tersebut, Marisi dinilai melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Comments

comments

2 thoughts on “Marisi Matondang Mantan Anak Buah Nazaruddin Divonis 4 Tahun Penjara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *