Johannes Marliem Hidup Sekelas Christiano Ronaldo

Johannes Marliem Hidup Sekelas Christiano Ronaldo

Johannes Marliem Hidup Sekelas Christiano Ronaldo

Liputan46 –  Rumah bercat putih di Vila Gading Mas II, Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara, itu sering sepi. Pagar rumah berwarna hitam itu pun selalu terkunci.

Rumah tersebut selama bertahun-tahun ditinggali Sahat Panjaitan, orang tua Johannes Marliem, saksi kunci kasus e-KTP, yang saat ini sedang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pekan lalu, Johannes meregang nyawa, yang menurut versi Kepolisian Los Angeles (LAPD), akibat bunuh diri setelah menyandera anak dan istrinya di rumahnya di kawasan Beverly Grove, West Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Lurah Harjosari II, Haryadi Chaniago saat ditemui di kantornya, mengakui nama keluarga Johannes tercatat di wilayahnya. Ia pun menunjukkan fotokopi kartu keluarga (KK) keluarga Johannes.

Dari KK yang dimutakhirkan pada 2010 itu tercatat Johannes, yang lahir pada 26 Oktober 1984, adalah anak semata wayang pasangan Sahat dan Sufia. “Sesuai data yang ada pada kami, dulu memang tinggal di situ bapaknya (Sahat Panjaitan). Sudah itu, kita nggak tahu,” tutur Haryadi.

Menurut Haryadi, Sahat, yang berusia 55 tahun, diketahui sebagai seorang pengusaha sawit yang beristri perempuan keturunan Tionghoa bernama Sufia, 53 tahun. Keluarga itu jarang tinggal di Medan karena sering pergi ke luar negeri.

Karena kesibukan bisnis Sahat, rumah yang berada di Vila Gading II itu pun, menurut informasi dari petugas keamanan kompleks tersebut, akhirnya sering disewakan. ”Sahat dan keluarganya sering ke luar negeri, jadi wajar tetangga tidak mengenal mereka kata Haryadi menambahkan.

Jika dilihat di media sosialnya Johannes adalah alumnus SMA Sutomo Medan 1, kota Medan dan Sekolah itu dikenal memilik siswa-siswa berprestasi di bidang sains dan robotik dan sejumlah penghargaan pernah di rasakan siswa SMA Sutomo, Medan, dalam kejuaraan sains nasional maupun olimpiade sains bertaraf internasional tapi entah kenapa saat melanjutkan studi di Amerika, Johannes malah memilih jurusan psikologi dan sosial di Minnesota University.

Johannes juga diketahui meminang Mai Chi Thor pada 12 Juni 2007 di Minnesota University. Keduanya kemudian memiliki seorang buah hati. Di wilayah itu pula Johannes membuka usaha jasa marketing bernama Marliem Consulting dan Hingga akhirnya pada 2014 Johannes memilih menetap di Amerika sejak kasus e-KTP disidik KPK dengan ditetapkan Sugiharto sebagai tersangka dalam kasus ini pada 22 April 2014.

Pada tahun itu pula Johannes menurut Kementerian Luar Negeri berganti kewarganegaraan menjadi warga negara Amerika. Sudah ada konfirmasi dari otoritas Amerika bahwa dia sudah memegang kewarganegaraan Amerika sejak 2014 kata Retno di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri yang Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, 20 Agustus 2017.

Seiring dengan menetapnya Johannes di Amerika jejaknya di Jakarta hilang dan belakangan diketahui Johannes terkait dengan kasus proyek e-KTP dalam surat tuntutan jaksa KPK terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto, Johannes selaku Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik, disebut mendapat keuntungan yang banyak dalam proyek itu.

Selain itu beliau menjabat Direktur Biomorf Lone LLC, perusahaan yang mengerjakan proyek sistem identifikasi sidik jari otomatis atau automated fingerprint identification system (AFIS). Perusahaan inilah yang menyuplai AFIS merek L-1 pada proyek e-KTP.

Johannes pun disebut-sebut sering bolak-balik Amerika-Jakarta saat proyek e-KTP digagas sejak 2010 bersama Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia bersama Andi Narogong dan kelompok Fatmawati yang dibentuknya.

Keuntungan yang didapat US$ 14.880.000 atau lebih dari Rp 200 miliar dengan kurs saat ini. Johannes juga diketahui menerima Rp 25.242.546.892 dari hasil proyek itu. Sejak meraup untung dalam proyek e-KTP tersebut kehidupan Johannes berubah. Dia diketahui membeli rumah lagi di Beverly Grove.

Beverly Grove berada di pusat Kota Los Angeles dan berdekatan dengan kawasan tempat tinggal banyak selebritas kelas atas, seperti aktor George Clooney, diva pop dunia Madonna dan Tony Curtis.

Rumah Johannes di Beverly Grove hanya beberapa langkah dari Jalan Melrose, yang sering disebut sebagai salah satu pusat fashion terkenal di Amerika Serikat. Bahkan nama jalan itu dijadikan film serial televisi berjudul Melrose Place, yang tayang pada 1990-an.

Jangan heran, kocek mesti dirogoh dalam-dalam jika ingin memiliki rumah di kawasan itu. Informasi yang diperoleh , harga rumah di Beverly Grove pada 2017 pada kisaran US$ 1,5-4 juta. Jika dirupiahkan, nilai itu setara dengan Rp 20-53 miliar.

Selain punya rumah mewah, Johannes memiliki supercar Bugatti Veyron Grand Sport Vitesse. Mobil keluaran Prancis ini sama dengan yang dimiliki pesepakbola ternama Cristiano Ronaldo. Untuk meminang mobil yang mesinnya berkapasitas 7.993 cc ini, pembeli harus menyiapkan uang setidaknya US$ 1,8 juta atau setara dengan Rp 23 miliar.

Karena harga mobil itu selangit dan berkelas, Johannes pun kerap mengunggah foto dirinya bersama Bugatti pujaan di akun media sosialnya. Dari jejak digital di media sosial miliknya, diketahui Johannes Marliem beserta istrinya, Mai Chi Thor, adalah filantropis, sebutan untuk orang yang peduli pada kemanusiaan dan menurut laporan tahunan Yayasan Genesys Works, pada 2014 Johannes dan istrinya menyumbangkan dana lebih dari US$ 2.500 untuk memajukan pendidikan pemuda di daerah Minnesota. Bukan hanya itu, Johannes bahkan pernah menyumbang Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan kegiatan politik lainnya di Amerika.

Seperti dilansir oleh media setempat Johannes merupakan penyumbang dana terbesar dari Minnesota untuk Obama dengan donasi US$ 225 ribu atau setara dengan Rp 2,92 miliar. Sumbangan itu untuk pelantikan Obama setelah berhasil memenangi pemilu presiden untuk kedua kalinya pada Januari 2012 dan sementara itu, menurut data Watchdog Minnesota Bureau, pada September 2013, Johannes tercatat mendonasikan US$ 25 ribu ke Partai Minnesota Democratic-Farmer-Labor. Dan pada Desember 2013, Johannes menggelontorkan dana US$ 25 ribu kepada WIN Minnesota, sebuah organisasi penggalangan dana untuk para kandidat dan petinggi Partai Demokrat di Minnesota.

Namun Johannes juga sempat didakwa jaksa di Pengadilan County Hannepin, Minneapolis, pada tahun 2009 karena kejahatan menulis lebih dari US 10 ribu cek kosong dan beliau mengaku bersalah atas kasus penipuan itu. Johannes juga pernah diperiksa otoritas AS dalam kasus pelanggaran lalu lintas.

Tapi siapa sangka, dengan kemewahan yang dimilikinya Johannes malah memilih bunuh diri di rumahnya. Kematian Johannes akhirnya mendorong kepolisian federal Amerika, Federal Bureau of Investigations (FBI), untuk menyelidiknya. Terlebih Johannes adalah saksi kunci skandal korupsi jumbo di Indonesia.

Comments

comments

3 thoughts on “Johannes Marliem Hidup Sekelas Christiano Ronaldo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *