Wakapolri: ISIS Akan Mencoba Tembus Indonesia

Wakapolri ISIS Akan Mencoba Tembus Indonesia

Wakapolri: ISIS Akan Mencoba Tembus Indonesia

LIPUTAN46.COM – Komjen Polisi Syafruddin Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) mengatakan bahwa, ISIS sudah mencoba masuk Indonesia setelah menguasai Marawi, Filipina.

Di Marawi, ISIS bergabung dengan kelompok-kelompok radikal bersenjata lainnya seperti kelompok Abu Sayyaf.

“ISIS sudah mencoba menembus Indonesia dengan mengacaukan sejumlah wilayah, seperti Poso, Maluku, Aceh, Papua. Tapi kita tetap mencegah dengan menjaga keutuhan NKRI,” kata Syafruddin seusai penandatanganan MoU penolakan radikalisme dan anti terorisme di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jumat (16/6/2017).

Dalam acara tersebut, Syafruddin juga menceritakan pilkada DKI Jakarta yang diwarnai polarisasi politik. Namun hal itu berhasil diredam dengan keberagaman. Keberagaman inilah yang bisa menjadi mesin penghancur ISIS.

capsadomino

“Fenomena ini sangat rawan bila dimanfaatkan oleh kalangan tertentu, karena bisa menimbulkan konflik. Manakah Indonesia yang dulu penuh toleransi dan gotong royong. Itulah senjata NKRI untuk cegah ISIS,” ucapnya.

“Karena tanpa persatuan, perbedaan agama, suku, yang kaya dan miskin adalah jembatan kekuatan asing masuk wilayah NKRI. Makanya waspadalah,” ucapnya.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), menahan lebih dari 100.000 warga Irak di kota tua Mosul.

Ribuan warga tersebut dijadikan perisai manusia, untuk mempertahankan wilayah itu dari gempuran pasukan militer Irak.

“Diperkirakan ada lebih dari 100.000 warga sipil yang masih berada di Mosul,” kata Bruno Geddo kepada sejumlah reporter, di Jenewa, Swis, Jumat (16/6/2017).

Bruno Geddo adalah pejabat perwakilan lembaga PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) yang menangani wilayah Irak.

“Pada dasarnya, warga sipil ini dipakai oleh mereka untuk dijadikan sebagai perisai manusia,” ucap Geddo.

“Kebrutalan ISIS dan kelompok teroris lain seperti tak mengenal batas,” kata Zeid bin Ra’ad al-Hussein, kepala badan urusan HAM PBB.

Al-Hussein menyampaikan hal ini dalam pidato pembukaannya kepada Dewan HAM PBB, awal bulan ini.

Orang-orang yang tinggal di Mosul, kota di Irak utara, yang dikuasai oleh kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) tiga tahun yang lalu, menggambarkan kehidupan mereka yang sarat akan teror.

Mereka berkisah mulai dari anak-anak yang dibunuh karena melakukan kesalahan kecil, hukuman cambuk di depan umum, dan orang hilang yang hampir terjadi setiap waktu.

Kesaksian ekslusif di dalam rekaman video tersebut, dari wilayah timur kota besar kedua Irak, yang direbut kembali pada Januari 2017, mengungkapkan bagaimana kelompok ekstremis menganiaya para perempuan, kelompok minoritas agama, dan berupaya mengendalikan semua aspek kehidupan masyarakat.

Awal bulan ini, PBB pun telah mengungkapkan, ISIS membunuh lebih dari 160 orang sehari sepanjang sepekan di awal bulan ini.

Hal itu dilakukan hanya untuk mencegah mereka meninggalkan Mosul.

PBB menuduh ISIS melakukan kejahatan tersebut di saat pasukan koalisi Irak terus menekan untuk mengusir ISIS dari kota terbesar kedua di Irak tersebut.

capsadomino

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *