Viral Gaj Ahmada, Museum Nasional: Terlalu Dipaksakan

Viral Gaj Ahmada Museum Nasional Terlalu Dipaksakan

Viral Gaj Ahmada, Museum Nasional: Terlalu Dipaksakan

LIPUTAN46.COM – Viral posting soal Gaj Ahmada jadi perdebatan hangat di media sosial. Menurut pihak Museum Nasional, isu soal Gaj Ahmada terlalu dipaksakan.

Dalam materi yang jadi viral di media sosial, Mahapatih Majapahit yang secara umum diketahui bernama Gajah Mada disebut sebenarnya bernama Gaj Ahmada. Agamanya Islam. Begitu juga Kerajaan Majapahit, yang disebut sebagai kerajaan Islam.

“Itu pandangan yang keliru dan terlalu dipaksakan. Agama Islam muncul di Indonesia karena ada komunitas-komunitas Islam sendiri. Ada makam-makam Islam di Kerajaan Majapahit, bukan berarti Majapahit kerajaan Islam,” kata Kepala Bidang Pengumpulan dan Pengkajian Museum Nasional Tri Gangga di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (17/6/2017).

capsadomino

Tri Gangga menjelaskan penyebaran Islam di tanah Jawa tidak sama dengan di Aceh. Keberadaan komunitas Islam di Majapahit menunjukkan keberagaman saat itu, namun tak bisa langsung dijadikan patokan corak agama kerajaan. Majapahit hidup dalam keberagaman.

“Penyebarannya tidak seperti dibayangkan orang, seperti di Aceh. Memang karena ada komunitas Islam tadi yang tinggal di Kerajaan Majapahit. Kalau kita perhatikan, yang tinggal di Terakota memang ada wajah-wajah Timur Tengah, bisa saja secara langsung dari India,” kata Tri Gangga.

Penyebaran Islam di Nusantara, menurut Tri Gangga, dibawa oleh pedagang-pedagang asal Timur Tengah. Atau ada juga yang disebarkan oleh orang Indonesia yang baru kembali dari Timur Tengah.

Namun Tri Gangga meyakini Majapahit bukanlah kerajaan Islam, begitu juga agama yang dipeluk Gajah Mada. Tri Gangga merujuk pada prasasti-prasasti soal Kerajaan Majapahit.

Tri Gangga menegaskan isu bahwa Gaj Ahmada beragama Islam adalah pandangan yang keliru. Begitu juga isu Raden Wijaya beragama Islam.

“Itu pandangan yang keliru, terlalu dipaksakan ya. Raden Wijaya dan Gajah Mada itu adalah orang Jawa beragama Hindu atau Buddha. Ada prasasti yang membuktikan. Kebanyakan prasasti itu ada di Jawa Timur. Mereka (yang membuat isu) itu tidak tahu dan mengerti prasasti,” ujar pria berusia lanjut ini.

capsadomino

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *