Pelaku Bom Kontak Dengan Bahrun Naim Sebelum Beraksi

Pelaku Bom Kontak Dengan Bahrun Naim Sebelum Beraksi

Pelaku Bom Kontak Dengan Bahrun Naim Sebelum Beraksi

LIPUTAN46.COM – Terkait dengan serangan bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu Rabu (24/5/2017) malam, Presiden Jokowi mengucapkan belasungkawa untuk para korban dari Polri yang tewas. Presiden memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akarnya.

“Saya mengucapkan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban, baik yang masih di rumah sakit atau keluarga korban yang meninggal. Terutama aparat kepolisian. Karena kita sudah tahu dari para korban itu sudah keterlaluan. Tukang ojek jadi korban, sopir angkot jadi korban, polisi jadi korban,” kata Jokowi, saat menjenguk korban luka-luka di RS Polri Kramatjati, Kamis (25/5/2017).

capsadomino

Presiden juga meminta meminta seluruh pihak bersatu untuk melawan terorisme. “Kita semua harus bersatu melawan terorisme ini. Saya tegaskan sekali lagi tidak ada tempat di Tanah Air kita bagi terorisme,” kata presiden yang ditemani Wapres Jusuf Kalla (JK). Presiden Jokowi dan Wapres JK dari RS Polri Kramatjati, menuju lokasi bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur dan tiba pukul 21.48 WIB di lokasi pengeboman. Kunjungan Presiden dan Wakil Presiden dinilai membawa dampak positif, menimbulkan ketenangan warga.

Keduanya ditemani Wakapolri Komjen Syafruddin dan Kepala BIN Budi Gunawan. “Kita ingin pemerintah segera menyelesaikan Undang-undang Antiterorisme sehingga akan memudahkan aparat penegak hukum untuk menindak, utamanya dalam pencegahan,” kata Jokowi di lokasi kejadian.

Pelaku Bom Bunuh Diri

Wakapolri Komjen Syafruddin menyatakan pelaku bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam, terdiri dua orang, semuanya meninggal.”Atas nama satu Ahmad Sukri, dan kedua Ichwan Nurul Salam (INS), keduanya adalah pelaku dan keduanya meninggal,” katanya, Kamis, 25 Mei 2017. Saat ini, Polri tinggal mengembangkan DNA, dan mencocokkan data antemortem untuk memastikan betul-betul, apakah mereka pelakunya atau bukan. “Karena tubuhnya hancur dan hanya ditemukan potongan-potongan tubuh di TKP,” ujarnya.

Dari hasil pulbaket serta data base yang penulis simpan selama ini nampaknya penyerang merupakan bagian dari jaringan JADKN (Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara) yang didirikan pada bulan Maret 2014, dan kini dibawah pimpinan Amman Abdurrahman . Inilah informasi tentang kaitan pelaku bom Kampung Melayu itu dengan JAKDN.

Ichwan (INS) merupakan warga asli Cibangkong, Bandung. Sudah dua tahun ia tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jalan Cibangkong RT 02 RW 07 Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat bersama seorang istri dan dua anaknya, (berusia 6 dan 3 tahun). Sehari-hari INS berprofesi sebagai pedagang, berjualan susu murni di dekat kontrakannya dan akhir-akhir ini membuka usaha obat-obatan herbal di rumah kontrakannya itu.

Menurut pamannya Yuniar Hidayat (40), paman INS, Ichwan diketahui lebih agamis. “Dua tahun yang lalu, dia jadi lebih agamis, seperti memperdalam agama,” Sebelum menjadi pelaku bom bunuh diri, INS berpamitan kepada keluarga pergi ke Tasikmalaya. Ia tidak berpamitan secara langsung kepada ibu atau keluarga besarnya. Ia hanya berpamitan kepada istrinya, Sabtu (20/5/2017). “Dia bilang ke istrinya. Saya tahu dari istrinya. Bilangnya mau ke Tasikmalaya bantuin konfeksi temannya,” kata Yuniar.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Komjen Pol Yusri Yunus saat memeriksa rumah kontrakan INS sejak Kamis (25/5/2017) pagi hingga siang menyita sejumlah barang milik Ichwan, diantaranya peralatan berkemah militer, paspor dan dokumen-dokumen lainnya. Selain itu, di rumah kontrakan itu terdapat poster dan selebaran-selebaran ajaran keyakinan tertentu. “Belum ditemukan adanya material pembuat bom di sini,” katanya.

INS, terduga pelaku teror bom panci Kampung Melayu, diduga satu jaringan dengan para pelaku teror bom panci di Taman Pendawa, Cicendo, Kota Bandung beberapa waktu lalu. “Istrinya sempat dikenalkan oleh suaminya (INS) ke salah satu pelaku bom panci di Cicendo yang namanya Agus,” kata Yusri. Agus sendiri ditangkap di indekosnya di Jalan Kebon Gedang III RT 02 RW 11, Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung pada Rabu (8/3/2017). Saat penangkapan itu, ditemukan sejumlah komponen bahan peledak. “Semuanya ini keterkaitan dengan yang Purwakarta juga,” katanya.

Pelaku kedua, di identifikasi bernama Ahmad Sukri, lahir di Bandung, 1985, dan bekerja sebagai buruh lepas. Sukri diketahui juga sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Menurut pengakuan ibu pelaku sudah selama tiga bulan Sukri terakhir tinggal di rumah kontrakan di wilayah Garut bersama istri dan anaknya, berdekatan dengan rumah kontrakan adiknya (22) yang bekerja sebagai penjahit pakaian. Anggota Densus 88 Polri menjemput orangtua A Sukri yang bernama Eti Hasanah, Kamis (25/5/2017) dari kediamannya di Kampung Ciranji/Rawatampele RT 04/05, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat untuk dimintai keterangan.

Pada Jumat (26/5/2017) , dini hari, polisi menangkap tigatersangka teroris berinisial A, W, dan J (26/5/2017) , dini hari di tiga tempat berbeda. A ditangkap di Jalan Mohammad Toha, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung; W ditangkap di Jalan Rancasari, Kota Bandung; dan J ditangkap di kawasan Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. “Perannya masih kita dalami. Termasuk kelompoknya. Tetapi kemungkinan mengarah ke pelaku yang di Cicendo (bom Taman Pendawa). Tapi harus dipastikan lagi,” kata Kabidhumas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus.

Jamaah Anshar Daulah Sebagai Holding

Jamaah Anshar Daulah lebih lengkap namanya adalah Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JADKN), di dalamnya terdiri dari beberapa organisasi yaitu, Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pemimpinnya Santoso yang sudah tewas, Mujahidin Indonesia Barat, Jamaah Islamiyah, Jamaah Anshorud Tauhid, tim Hisbah Solo, dan Tauhid wal Jihad (Amman Abdurrahman). Tim Hisbah ditangkap di Solo pada Agustus 2015. Tokohnya Ibadurahman alias Ali Robani alias Ibad, Yus Karman, dan Giyanto alias Gento telah ditangkap.

JADKN didirikan pada pertengahan Maret 2014. Sebagai pemimpin sementara saat itu adalah Marwan alias Abu Musa sebelum tampuk kepemimpinan diserahkan ke Amman Abdurrahman. Abu Tholut, mantan anggota markaziah JI dan juga mantan ketua Mantiqi III Jamaah Islamiah, alias Imron Baehaqi, menjelaskan bahwa amir JAKDN saat ini adalah Amman sedangkan Abu Bakar Ba’asyir menjadi penasehat.

Amman kini ditahan di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan, sedang Ustadz Ba’asyir di Lapas Gunung Sindur Bogor. Amman sebagai pemimpin Tauhid Wal Jihad memiliki anggota hanya sekitar 400 orang tetapi sangat militan. Amman sudah berba’iat kepada Amir ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. Bahrun Naim, warga Indonesia di Suriah yang selalu berhubungan dengan jaringan Amman Abdurrahman.

capsadomino

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *