Menepuk Air Dulang Terpercik Muka Sendiri, Sindiran PDIP ke Panglima TNI

Sindiran PDIP

Menepuk Air Dulang Terpercik Muka Sendiri, Sindiran PDIP ke Panglima TNI

LIPUTAN46.COM – Puisi dengan judul ‘Tapi Bukan Kami Yang Punya’ yang dibacakan oleh Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo pada acara Rapimnas Golkar menjadi sebuah hal yang hangat di bicarakan oleh para petinggi politik. Hingga terlihat dua partai yang membicarkan hal hangat di dunia politik Indonesia ini.

Andreas Hugo Pareira sebagai anggota komisi I DPR menyatakan penyampaian kritik gaya Panglima TNI bukanlah suatu hal yang dianggap baru. Namun menurut Andreas Hugo lebih baik Panglima TNI membahas tentang Trisakti dibanding apa yang disampaikannya melalui puisi.

“Bung Karno sudah dari tahun 50-an mengingatkan kita tentang bahaya liberalisme-kapitalisme. Soal Exploitation d’lhome par lhome. Tentang penting Trisakti Berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam Kebudayaan,” keterangan Andreas kepada awak media.

capsadomino

“Kalau panglima paham itu, seharusnya, jauh lebih berisi, dan bermakna jika panglima berbicara tentang Trisakti, tentang neokolonialisme-neoimperialisme ajaran Bung Karno. Jauh lebih baik untuk seorang kesatria TNI, apalagi Panglima,” lanjut ketua DPP PDIP.

Sebagai salah satu bagian dari pemerintahan, Seharusnya Panglima TNI lebih menyadari posisinya. Dengan cara mengkritik Pemerintahan melalui puisi sama saja dengan mengkritik dirinya sendiri.

“Kalau Panglima bermaksud dengan puisi ini untuk kritik pemerintahan Jokowi, salah alamat deh. Jangan-jangan ibarat menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,” Jelas Andreas

Pada acara Rapimnas Golkar yang di laksanakan di Balikpapan Panglima TNI membacakan sebuah Puisi yang di nilai mengkritik Pemerintahan. Gatot juga menjelaskan bahwa isi puisi tersebut menceritakan tangisan di salah satu wilayah Indonesia.

“Ini tangisan suatu wilayah, dulu dihuni Melayu, di Singapura, sekarang menjadi seperti ini (sambil memperlihatan slide tentang pengungsi). Kalau kita tak waspada, suatu saat bapak ibu sekalian, anak cucunya tidak lagi tinggal di sini. Gampangnya, kita ke Jakarta semua teratur rapi, punya Betawi di sana?” Ucap Gatot

Berikut puisi yang di bacakan Jendral Gatot dengan Judul ‘Tapi Bukan Kami Punya’ pada acara Rapimnas Golkar :

Sungguh Jaka tak mengerti
Mengapa ia dipanggil ke sini
Dilihatnya Garuda Pancasila
Tertempel di dinding dengan gagah

Dari mata burung Garuda
Ia melihat dirinya
Dari dada burung Garuda
Ia melihat desa

Dari kaki burung Garuda
Ia melihat kota
Dari kepala burung Garuda
Ia melihat Indonesia

Lihatlah hidup di desa
Sangat subur tanahnya
Sangat luas sawahnya
Tapi bukan kami punya

Lihat padi menguning
Menghiasi bumi sekeliling
Desa yang kaya raya
Tapi bukan kami punya

Lihatlah hidup di kota
Pasar swalayan tertata
Ramai pasarnya
Tapi bukan kami punya

Lihatlah aneka barang
Dijual belikan orang
Oh makmurnya
Tapi bukan kami punya.

capsadomino

Comments

comments

7 thoughts on “Menepuk Air Dulang Terpercik Muka Sendiri, Sindiran PDIP ke Panglima TNI

  1. what are some really good and popular websites for blogging? ?? . gbefbgdgdaec

  2. Thanks , I’ve just been searching for information about this subject for a long time and yours is the greatest I’ve came upon so far. But, what about the conclusion? Are you sure about the source?

  3. Great web site. Plenty of helpful information here. I am sending it to several buddies ans also sharing in delicious. And naturally, thanks on your sweat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *