Novel Baswedan Akan Menjalankan Operasi Mata di Singapura

Operasi Mata di Singapura

Novel Baswedan Akan Menjalankan Operasi Mata di Singapura

LIPUTAN46.COM – Tim dokter di Singapura mempertimbangkan untuk melakukan operasi terhadap mata penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Operasi rencananya akan dilaksanakan akhir pekan ini.

“Setelah melakukan serangkaian tindakan medis dan perawatan di Singapura, dokter mempertimbangkan untuk melakukan operasi pemasangan membran sel (baby skin) pada kedua mata,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Menurut Febri, pada Selasa dini hari, tim dokter singapura mengambil foto thorax dan sebelumnya melakukan pengecekan kornea mata.

Baca Juga ( Polisi Tangkap AL Terduga Penyerangan Novel )

Hal ini merupakan bagian dari persiapan rencana pelaksanaan operasi membran sel pada mata Novel Baswedan.

Keterangan dari Febri, membran sel akan diambil dari plasenta bayi. Tujuan operasi adalah merangsang pertumbulan sel-sel pada mata yang rusak akibat penyiraman air keras.

Sebagai efek dari operasi mata ini, pasien dalam beberapa minggu akan mengalami pandangan yang sangat kabur (blur),” kata Febri.

Hingga Senin kemarin, masih ditemukan inflamasi atau peradangan di bagian tengah kornea mata sebelah kanan. Terjadi pertumbuhan lapisan, namun lambat.

Sedangkan, untuk mata kiri, pertumbuhan pembuluh darah mata juga terhitung lambat

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, ada perkembangan dalam proses perawatan mata penyidik KPK Novel Baswedan.

Novel Baswedan disirami cairan yang diduga adalah air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April lalu.

Kini, ia tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura.

“Setelah menjalani serangkaian pengobatan dan perawatan intensif di Singapura, terdapat banyak perkembangan,” kata Febri, melalui keterangan tertulis, Rabu (10/5/2017).

Menurut Febri, telah dilakukan pengetesan kemampuan membaca terhadap mata Novel.

“Hari ini dilakukan pengetesan membaca huruf dan angka di tembok,” ujar Febri.

Mata kiri Novel, lanjut Febri, hanya bisa melihat huruf dengan ukuran terbesar di bagian paling atas.

Akan tetapi, kondisi mata kanan pasien sudah lebih baik dan bisa melihat hingga yang terkecil.

Dalam rangkaian perawatan ini, juga dilakukan observasi terhadap kedua mata Novel menggunakan alat.

“Mata kanan bagus, tekanan normal (15), ada pertumbuhan selaput kornea dan tidak ada infeksi. Sedangkan mata kiri yang lebih banyak terpapar cairan air keras tersebut, tekanan mata 19 (lebih tinggi dari kanan), penumpukan kalsium stagnan, dan pembuluh darah sekiling bola mata yang berfungsi hanya samping kiri,” ujar Febri.

“Diharapkan akan ada peluang aliran darah dari sisi kiri bola mata pasien bisa memenuhi dan merangsang pertumbuhan pembuluh darah bagian lain,” tambah Febri.

Sebelumnya, Novel disiram cairan yang diduga air keras di dekat Masjid Jami Al Ihsan, dekat rumahnya.

Saat itu, Novel Baswedan baru saja selesai menunaikan shalat Subuh berjemaah di masjid tersebut sekitar pukul 05.10 WIB.

Novel Baswedan merupakan Kepala Satuan Tugas yang menangani beberapa perkara besar yang sedang ditangani KPK. Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *