Jokowi Minta Pimpinan KPK Pindah Tempat Duduk Pada Saat Pidato

Pimpinan KPK

Jokowi Minta Pimpinan KPK Pindah Tempat Duduk Pada Saat Pidato

LIPUTAN46.COM – Presiden Joko Widodo, Kamis (18/5/2017) siang membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Namun, baru saja beberapa menit memulai pidatonya, nada bicara Presiden Jokowi meninggi.

Presiden Jokowi sangat prihatin dengan situasi yang saat ini terjadi di Indonesia. Ia menganggap Indonesia tertinggal dengan negara lain.

“Yang lain sudah bicara space age, bagaimana mengelola luar angkasa agar berguna bagi manusia. Kita masih terjebak untuk hal yang tidak produktif,” ujar Jokowi.

“Urusan demo, urusan fitnah, urusan hujat menghujat yang selalu mengembangkan negatif thinking. Suudzon terhadap yang lain. Fitnah, kabar bohong. Apakah ini mau diteruskan?” tambah Jokowi.

Presiden Jokowi sangat prihatin ketika negara lain sudah masuk pada fase pembayaran non cash. Membeli barang tidak lagi menggunakan credit card, melainkan mengunakan aplikasi di smartphone.

Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Kamis (18/5/017) siang.

Dalam acara itu, hadir Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ardan Adiperdana, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Eko Sandjoyo dan Alexander Marwata Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, hadir pula sebagai peserta sejumlah inspektorat pemerintah daerah, kepolisian hingga kepala daerah yang dinilai menjalankan distribusi dan pengawasan dana desa dengan baik.

Namun, di antara jajaran menteri dan kepala lembaga, hanya Alexander Marwata saja yang duduk di bagian tengah.
Sementara, sisanya duduk di barisan paling depan, berhadapan dengan Presiden Jokowi.

Oleh sebab itu, saat pidato, Presiden meminta protokoler Istana untuk memberikan kursi di barisan depan bagi Alex.

“Sebelum saya memulai sambutan ini, saya minta satu kursi lagi. Saya tadi lihat pimpinan KPK, Pak Alexander Marwata silahkan ke depan, Pak,” Presiden Jokowi meminta.

Alexander yang mengenakan kemeja lengan panjang batik cokelat hitam langsung bangkit dari kursinya dan maju ke depan
KPK ini penting sekali. Jangan diberikan kursi di belakang ya, tapi di depan,” lanjut Presiden Jokowi.

Seiring dengan itu, pihak protokol Istana mencari kursi untuk Alexander. Kursi tersebut kemudian diletakkan di samping kursi Menkeu Sri Mulyani.

“Kursinya jangan beda. Kursinya sama saja. Tapi di depan. Yak, silahkan duduk Pak Alex,” ujar Jokowi.
Sembari tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Alex duduk di kursi tersebut.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *