Meski Dilarang Polisi, Panitia Tetap Bersikeras Akan Gelar Tamasya Al-Maidah

tamasya al-maidah

Meski Dilarang Polisi, Panitia Tetap Bersikeras Akan Gelar Tamasya Al-Maidah

liputan46.com Meskipun telah dilarang kepolisian, acara Tamasya Al-Maidah juga akan tetap digelar. Ketua Panitia Tamasya Al-Maidah yaitu Ustaz Ansufri ID Sambo juga mengatakan bahwa pengawalan pilgub belum cukup kuat meski ada juga pengawalan dari kepolisian.

“Intinya adalah mengawal, mengawasi, supaya kemenangan tidak dicederai oleh kecurangan-kecurangan. Ini pun yang sangat tidak diinginkan. Imbauan yang juga dilakukan walaupun sudah ada KPU dan sebagainya, kita telah mensinyalir ini belum cukup kuat. Kita juga mau lebih kuat lagi, jangan sampai ada demokrasi ini mencederai hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucap Ansufri di aula Buya Hamka, Masjid Al Azhar, Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Senin lalu.

Ia juga mengatakan bahwa massa yang datang nantinya bertugas untuk memantau, tetapi tidak masuk ke TPS. Mereka juga akan memantau dari jarak 20 meter. “Yang kedua, kalau terjadi intimidasi, kecurangan, kita akan sorakin. Kita kasih tahu, selama ini juga sudah terjadi beberapa kali intimidasi, dibiarkan oleh para petugas TPS. Makanya kita yang datang untuk mendukung para aparat untuk berani menindak,” ujarnya.

Ketiga, Ansufri juga mengatakan, apabila ada kecurangan, massa akan datang langsung mendokumentasikannya. Hal itu juga bisa dibawa ke MK sebagai barang bukti kelak. Ansufri juga berjanji nantinya acara Tamasya Al-Maidah akan berlangsung damai. Ia pun menjamin tidak akan ada intimidasi, bahkan dia pun siap jika ada anggotanya yang melakukan pelanggaran untuk diserahkan ke polisi.

“Insyaallah pendekatannya damai, tertib, tidak akan ada keinginan kita mengintimidasi, karena jaraknya 20 meter dari TPS. Insyaallah tidak ada intimidasi. Kalau ada intimidasi di tempat, tangkap saja, misal ada 100 orang per TPS kalau masing-masing ada 2 orang melanggar komitmen, silakan saja serahkan. Bahkan kita sudah ada komitmen, siapa pun yang melakukan intimidasi justru kelompok kita yang akan menangkap, menyerahkan ke aparat,” ujarnya.Ansufri menyebut tidak ada alasan bagi kepolisian melarang warga datang ke Jakarta pada Pilkada DKI. Hal itu karena Tamasya Al-Maidah dijanjikan akan berlangsung damai.

“Saya kira karena ini adalah aksi damai, berkunjung, orang datang, melihat, dan memantau, tidak ada alasan untuk melarang itu. Justru kalau melarang, negara yang melakukan kekerasan terhadap rakyatnya. Ini adalah suatu tindakan yang damai. Kita ingatkan, kita datang berkunjung untuk mengawasi dan memastikan pilkada berlangsung dengan damai, adil, dan demokratis. Kalau nantinya kita diintimidasi oleh negara, malah diusir, dan ditangkap, ini pelanggaran besar bagi demokrasi,” ujarnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *